Mohon tunggu...
Wahyu Sapta
Wahyu Sapta Mohon Tunggu... Penulis

Menyatulah dengan alam, bersahabatlah dengan alam, ikuti alirannya, lalu kau rasakan, bahwa dunia itu indah, tanpa ada suatu pertentangan, damai, nyaman, teratur, seperti derap irama alam berpadu, nyanyian angin, nyanyian jiwa, beiringan, dekat tapi tak pernah berselisih, seimbang, tenang, alam, angin, jiwa, mempadu nyanyian tanpa pernah sumbang...

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Tentang Senja

6 September 2019   13:02 Diperbarui: 6 September 2019   13:27 0 9 2 Mohon Tunggu...
Puisi | Tentang Senja
Ilustrasi: dok. Wahyu Sapta

(1)
karena senja adalah sebuah pengulangan hari kemarin,
senja tetap saja menggelimangkan keindahannya,
semburat oranye kekuningan dengan bola yang membulat,
senja selalu akan datang lagi esok hari,
menepati janji pada semesta raya,
pada langit-langit hampir gemintang,

lalu, mengapa kau memburu senja dengan tergesa?

(2)
di sela ilalang, senja memagut kenangan,
meluruhkan kepedihannya,
melenyapkan segala kegundahan,

tapi, mengapa aku justru kehilangan sesuatu?

(3)
kemana burung-burung beterbangan?
membentuk formasi berparuh rapi,
mereka menuju ke barat,
saat senja semburat merah, hingga hilang hanya tampak abu-abu,

apakah itu artinya pulang?

(4)
menuju senja, bintang gemintang abadi,
sepenggalan waktu dan kisah melalu,
alurnya telah ditetapkan, bagai dalam sebuah frame cerita,
:lahir, bertumbuh, dewasa, menikah, beranak,

lalu,
:mati.


(Semarang, 5/9/19)

KONTEN MENARIK LAINNYA
x