Mohon tunggu...
Unu Nurahman
Unu Nurahman Mohon Tunggu... Guru - Guru SMAN 1 Leuwimunding Kabupaten Majalengka dan Dosen Fakultas Ilmu Budaya Prodi Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Sebelas April Sumedang

Nama: UNU NURAHMAN, S.S.,M.Pd. Pendidikan: S-1 Bahasa dan Sastra Inggris STBA Sebelas April Sumedang S-2 Pendidikan Bahasa Inggris Unindra PGRI Jakarta Pekerjaan: Guru/PNS

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pemulihan Belajar dan Merdeka Belajar

14 Mei 2022   12:12 Diperbarui: 14 Mei 2022   12:14 103
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Sesuai tema Hardiknas tahun 2022, ada hal signifikan yang harus dilakukan insan pendidik Indonesia yaitu memimpin pemulihan sesuai dengan filosofi kepemimpinan Ki Hajar Dewantara dan terus bergerak untuk mensukseskan merdeka belajar

Oleh: Unu Nurahman

Sesuai dengan Keppres Nomor 316 Tahun 1959, tanggal 02 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Hal ini merupakan apresiasi atas jasa Ki Hajar Dewantara (KHD) atau mana aslinya RM.Suwardi Suryaningrat bagi dunia pendidikan Indonesia yang dilahirkan pada tanggal 02 Mei 1889. KHD merupakan Menteri Pengajaran Indonesia pertama dan mendapat julukan Bapak Pendidikan Nasional Pemerintah menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional pada 28 November 1959 melalui Keppres Nomor 305 Tahun 1959.

Peringatan Hardiknas tahun 2022 mengambil tema "Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar". Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan kemunduran proses akademik dalam hal ini hilangnya kompetensi pengetahuan dan sikap secara umum maupun spesifik yang lazim disebut learning loss

Para Insan pendidik diharapkan mampu menjadi pemimpin pemulihan pembelajaran. Untuk itu, mereka perlu mengimplementasikan prinsip kepemimpinan yang dianjurkan oleh KHD yaitu: Ing Ngarsa Sung Tuladha (di depan memberi teladan atau contoh), Ing Madya Mangun Karsa (ditengah-tengah menciptakan prakarsa dan ide) dan Tut Wuri Handayani (dari belakang memberikan dorongan atau arahan).

Disamping itu, KHD mengamanatkan asas lain; Taqwa (Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan taat kepadaNya), Waspada (waspada mengawasi serta sanggup memberi koreksi kepada yang dipimpin maupun diri sendiri), Ambeg Parama Arta (bijak memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan), Prasaja (sederhana dan tidak berlebihan), Satya (sikap loyal dari atas ke bawah, dari bawah ke atas mau pun ke samping), Gemi Nastiti (membatasi penggunaan dan pengeluaran sesuai kepentingan), Belaka (bertanggungjawab atas tindakan-tindakan diri sendiri) dan Legawa (keikhlasan untuk pada saatnya menyerahkan jabatan dan kedudukan kepada generasi berikutnya). 

Pemberlakuan kurikulum merdeka yang sebelumnya disebut kurikulum prototipe  diharapkan dapat mengatasi learning loss dan mendukung pembelajaran yang berpihak kepada murid.

Kemendikbud mengeluarkan kebijakan merdeka belajar pada tahun 2019 untuk melakukan transformasi pendidikan demi terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan berprofil Pancasila, Mengutip penjelasan Mendikbud Nadiem Makariem, merdeka belajar adalah kemerdekaan setiap unit pendidikan untuk berinovasi dan kemerdekaan berpikir para guru untuk mengubah belajar di dalam kelas menjadi di luar kelas (outing class) sehingga nuansa pembelajaran agar menjadi lebih nyaman dan menyenangkan,

Merdeka belajar pada hakikatnya pembelajaran berpihak atau berpusat kepada murid (student-centered learning) yang sudah dikembangkan oleh KHD sejak tahun 1922 di perguruan Taman Siswa. Dalam hal ini, murid memainkan peranan penting dengan bimbingan guru. Minat, gaya, dan kesiapan belajar siswa diletakan sebagai prioritas sehingga tercipta pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning). Pengembangan karakter (budi pekerti) harus sesuai dengan perkembangan budaya bangsa sebagai sebuah kontinuitas menuju ke arah kesatuan kebudayaan dunia (konvergensi) dan tetap memiliki sifat kepribadian di dalam lingkungan kemanusiaan sedunia (konsentris).

KHD menanamkan kepada muridnya nilai -- nilai religius, jujur, toleran, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, senang membaca, peduli sosial, peduli lingkungan, dan tanggung jawab. 

Aksentuasi terhadap nilai--niai moral sejalan juga dengan komisi masa depan pendidikan UNESCO dalam laporannya berjudul "Reimagining Our Futures Together" pada Oktober 2021 yang menyatakan pembelajaran terbaru harus dirancang dengan menanamkan nilai -- nilai solidaritas, welas asih, etika dan empati.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun