Mohon tunggu...
M. ERIK IBRAHIM
M. ERIK IBRAHIM Mohon Tunggu... Mahasiswa - πŸ†πŸ’ͺ Berakit-rakit dahulu, berenang-renang Ketepian, Bersungguh-sungguh dahulu, Mendulang Kemenangan Kemudian kemenanganπŸ†πŸ’ͺ
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

πŸŒ©β˜€TerBentur---Terbentur----TERBENTUKβ˜€πŸŒ©

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Sinar Rembulan

28 Desember 2022   21:47 Diperbarui: 28 Desember 2022   22:06 102
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Saat berjalan menapaki lorong lorong waktu, sinar Rembulan membekas pada dinding yang membuat celah agar cahaya terang itu masuk

Rembulan, seolah bergeming pada embun embun dedaunan yang membawa sejuk haribaan.Β 

Tidak ingin bergeming apalagi berdiam diri terpaku, sembari melanjutkan perjalanan ditengah asa pada rumah rumah kosong itu

Namun bagaimana bisa ku tepis perasaan ini jikalau kau masih begitu?Β 

---

Demikian dan salam puisi. . . . . . . . .Β 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun