Mohon tunggu...
Om Gege
Om Gege Mohon Tunggu... Petani - Coffee4Soul.club

Coffee4Soul.club || Petani separuh hati, kuli tempo-tempo, penulis recehan, provokator kambuhan, revolusioner musiman

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Darurat Sipil, Kok Malah Jadi Pemerintah yang Bikin Panik Rakyat?

30 Maret 2020   23:02 Diperbarui: 25 Juni 2020   20:55 1708 13 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Darurat Sipil, Kok Malah Jadi Pemerintah yang Bikin Panik Rakyat?
darurat sipil [ilustrasi, foreignpolicy.com]

Darurat sipil? Apa-apapan ini? Kita ini perang melawan virus, bukan melawan warga negara yang hendak merusuh. Yang sedang menular itu virus, bukan aksi-aksi penjarahan, pembakaran dan lain-lain manifestasi kekacauan sosial. Please, periksa lagi dan pahami konteks sejarah dan tujuan UU 74/1957 dan Perpu 23/1959. Jangan asal bikin statement.

Rakyat sekarang terbelah antara lockdown (dalam konteks Indonesia artinya isolasi wilayah) versus pembatasan sosial. Kok malah yang hendak dikasih pemerintah meloncat ke darurat sipil?

Tanpa perlu darurat sipil; tanpa perlu mengubah sistem pemerintahan ke sistem komando; tanpa harus mengubah negara menjadi super bonapartis; cukup dengan mengeluarkan peraturan pemerintah untuk mengoperasionalkan undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan situasi sudah bisa dikendalikan.

Cukup dengan landasasan UU 6/2018 polisi sudah punya wewenang untuk melakukan penegakkan hukum terhadap pembangkangan pembatasan sipil. Baca "Penegakan Hukum Pembatasan Sosial, Saatnya Relakan Kebebasan Kita."

Lagi pula aneh. Darurat sipil kok bersanding physical distancing?

Darurat sipil itu hanya jika ada pembangkangan terhadap isolasi wilayah. Isolasi wilayah (lockdown versi Tiongkok) itu levelnya di atas karantina wilayah (lockdown versi Eropa). Karantina wilayah levelnya di atas pembatasan sosial. Pembatasan sosial levelnya di atas physical distancing.

Kalau physical distancing, yang dibatasi cuma jarak. Orang-orang tetap melakukan aktivitas tetapi di atas sedemikian rupa agar tidak terjadi kontak fisik.

Kalau pembatasan sosial, aktivitas sosial yang dibatasi. Kegiatan-kegitan tidak penting, semisal party-party dan even olahraga dilarang; tempat-tempat hiburan ditutup.

Kalau karantina wilayah, aktivitas orang-orang keluar-masuk wilayah diseleksi betul. Hanya kebutuhan mendesak dan penting yang boleh. Untuk bisa melewati blokade, orang harus tunjukkan sertifikat bebas corona dan  Setiap orang, kendaraan, dan barang yang melewati blokade diperiksa, disemprot disinfeksi dengan penyemprotan disinfektan.

Kalau isolasi, wilayah ditutup total. Hanya aparat---semisal tim distribusi pangan,tim desinfeksi, dan tim evakuasi pasien, entah nanti dibentuk dari gabungan petugas kesehatan, palang merah, polisi, militer, dan damkar---yang boleh melintas bebas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN