Mohon tunggu...
ratih nur atika
ratih nur atika Mohon Tunggu... Keep calm

Menulis untuk keabadian :)

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Untuk Diri Ini

8 April 2019   19:41 Diperbarui: 30 April 2019   23:35 0 3 0 Mohon Tunggu...
Untuk Diri Ini
7a6a2255ae6492756bf1776d7dbdb2b3-5cc8796595760e1cd2439c53.jpg

Untuk diri saya,

Untuk diriku yang sudah separuh berjalan, mendaki, berenang mengairi samudra diantara pulau kehidupan. Kau sudah cukup hebat akan hal itu. Hebatnya melebihi apapun, tak usah mengira-ngira karena kau tak perlu tahu seberapapun kau melangkah akan ada saatnya terjatuh. Semua layaknya roda. Kau bisa diatas maupun dibawah, jika sudah diatas mengadah lah tatap langit biru yang sempat memandangmu rendah. Namun, tetaplah rendah diri. Untuk senantiasa berkawan dengan masa lalu yang pernah membuatmu mengerti akan sejuta hal yang perlu kau ketahui.

Salah itu memang wajar, dibumi tak ada manusia yang bisa menganggap orang lain benar, yang di ingat hanyalah satu kesalahan dari seribu kebaikan yang sudah tertutup hati. Diri ini memang tak ada yang istimewa, namun tuhan menciptakan manusia dari ribuan sisi. Jika tak unggul dalam sisi kanan bisa saja kau unggul dalam sisi kiri, jika diibaratkan seperti itulah kiranya. Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan Semua itu patut untuk di syukuri. Karena dibalik semua itu tuhan menyajikan kebahagian yang berlipat ganda bagi setiap umatnya yang mau bersyukur. 

Mungkin saat ini aku merasakan bahwa hidup ini seolah racun bagiku. Tentunya aku butuh penawar untuk semua. Jika banyak ribuan orang yang membeciku, mungkin ini saatnya aku harus benar-benar mencintai diri sendiri untuk yang lebih dalam lagi.  Maaf jika diri ini ingin menuntut lebih. Ingin mencoba menggengam lebih erat namun perlahan terlepaskan oleh kesakitan yang tengah menderu. Maaf jika diri ini sering kali meminta untuk menjadi orang lain sehingga melampaui batas wajar. Maaf jika diri ini belum sepenuhnya mengerti. Kau sudah tergores oleh ribuan luka, namun masih mencoba untuk tetap bangkit. Kau sudah banyak menghabiskan tangisan, untuk menggapai mimpi yang sudah kau rapal. Dan pada akhirnya kehilangan arah, semua mendadak menjadi kelabu dan abu. Semesta ingin semua bahagia, mungkin bersimpuh lewat doa akan menjadi semua hal lebih baik. 

Untuk diri ini terima kasih sudah tegar seperti batu karang, meski terkikis ia tetap kokoh menerjang ombak yang tengah menderu. Kuharap kau akan berdamai dengan masa lalu, yang membawamu menjadi seseorang yang tegar tanpa malu menatap langit yang sempat mencemooh. Tetap hidup, dan teruslah hidup sampai semesta menghendaki kau tak lagi berpijak dibumi. Temukan kebahagiaanmu disela-sela kesedihan yang sering kali menerpa. Aku tahu mengapa tuhan membuat duka itu abadi, ia layak untuk dikenang namun tidak layak untuk terulang kembali. Jangan pernah merasa ragu untuk bangkit, semoga kau menjadi manusia yang sepantasnya. 

Semangat, cintai diri sendiri, dan hargai diri sendiri.

Dear my self, someday i'll make you proud of this self :) 

-diriku 2019