Mohon tunggu...
Teopilus Tarigan
Teopilus Tarigan Mohon Tunggu... Sekretaris - Pegawai Negeri Sipil

Pro Deo et Patria

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

"Richard Jewell", Balada Pencari Keadilan di Muka Kuasa dan Kebuasan Media

31 Juli 2021   02:12 Diperbarui: 31 Juli 2021   02:50 188 18 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Richard Jewell", Balada Pencari Keadilan di Muka Kuasa dan Kebuasan Media
Poster film Richard Jewell, sumber: screenrant.com

"Kau punya uang? Jangan menjadi brengsek setelah engkau mendapatkan lencanamu," kata Watson kepada Richard pada hari ia pamit karena mendapatkan pekerjaan menjadi satpam di sebuah kampus. Watson memberikan selembar uang 100 dollar kepada Richard. 

Itu adalah sebuah kutipan dalam film berjudul "Richard Jewell" (2019) yang disutradarai oleh Clint Eastwood. Kisahnya berdasarkan "American Nightmare: The Ballad of Richard Jewell" yang ditulis oleh Marie Brenner.

Latar utama kisah film ini adalah peristiwa pengeboman pada suatu malam saat olympiade musim panas tahun 1996 di Atlanta, Amerika Serikat. Kejadiannya di Centennial Olympic Park. Ratusan orang terluka, dan dua orang tewas.

Adalah Richard Jewell, seorang petugas keamanan olimpiade di taman Centennial, yang juga pernah menjadi deputi sherrif di sebuah kota kecil. Dia juga pernah menjadi seorang pesuruh di sebuah firma hukum di mana Watson menjadi seorang pengacara di sana.

Richard punya satu kelebihan, ia sangat menaruh perhatian kepada berbagai hal secara mendetail. Ia tahu kalau Watson suka makan snicker. Ia mengetahuinya dari isi keranjang sampah ruangan Watson.

Suatu hari Rhicard pamit kepada Watson. Ia mendapatkan pekerjaan lain sebagai satpam di sebuah kampus. Menjadi aparat penegak hukum adalah impian terbesar Richard.

Watson memberinya selembar uang 100 dollar. Richard berjanji akan menggantinya saat ia mendapatkan gaji pertamanya nanti.

Adapun Richard dalam setiap hal yang ia kerjakan, ia membayangkan dirinya sebagai seorang yang harus bertanggung jawab. Menegakkan hukum, bekerja sesuai prosedur, melayani, melindungi, dan memastikan ketertiban bagi keamanan mereka yang ia layani.

Tapi dalam kenyataan, aturan bahkan bisa menjadi sebuah jerat yang bergerak liar melahap kebebasan pribadi bagi mereka yang dipermainkan "hukum" dan kebenaran yang dibentuk opini. Bahkan tanpa mereka ketahui apa sebabnya dalam kepolosan mereka.

Saat ledakan bom di taman itu terjadi, Richard sebenarnya sudah memperingatkan aparat keamanan yang bertugas di lokasi ketika ia melihat sebuah ransel yang mencurigakan di bawah bangku taman. Namun aparat yang bertugas malam itu tak segera merespons laporan Richard.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x