Mohon tunggu...
Teopilus Tarigan
Teopilus Tarigan Mohon Tunggu... Pegawai Negeri Sipil

https://www.youtube.com/channel/UC23hqkOw50KW12-6OHvnbQA

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Keluarga, Rumah dalam Narasi Tanpa Suara

14 Maret 2020   20:59 Diperbarui: 14 Maret 2020   20:58 68 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Keluarga, Rumah dalam Narasi Tanpa Suara
fajar menyingsing tampak dari rumah (dokpri)

Walau dalam narasi tanpa suara,
Semua akan pulang ke rumah pada waktunya

Yang terjadi kemarin,
Yang sedang terjadi hari ini,
Dan yang akan terjadi nanti,
Tidak mengubah penilaianku

Sejauh aku mencintai,
Aku tidak akan pernah melarikan diri,
Sekalipun segudang masalah melingkupi

Kadang penat, kadang jenuh,
Mungkin itu pun hanya sebuah jeda,
Waktu sela mencari jawaban segudang pertanyaan,
Walau jawabnya sering kembali dalam narasi tanpa suara

Biar, bukankah penat, jenuh, pun ciri manusia?
Sebagian hal harus terjadi tanpa diminta

Sebagian hanya percaya bila melihat bukti,
Sebagian lagi bisa percaya tanpa melihat,
Keyakinannya mendahului bukti

Yang yakin, seringkali hanya secuil,
Hanya menjadi bagian kecil,
Tapi tak pernah ia kekurangan hasrat,
Hasrat berbagi keyakinan, bahwa itu benar adanya

Bagi si kecil, berbagi adalah bahagianya,
Sekalipun yang dibagikan hanya keyakinan,
Itu adalah pilihannya

Sekalipun karena hasrat, ia tak pernah kenyang,
Yang terjadi sesudahnya, dirasa tak penting untuk dihormat,
Itu memang pilihan jalan lain,
Tapi ia betul-betul meyakininya

Ia seumpama orang yang berjalan di jalan becek dan berlumpur,
Dungukah ia, saat menempuh jalan itu ketika hari hujan?
Sekali-kali tidak, karena itu tetap jalan terbaik

Walau becek berlumpur,
Itu adalah jalan kembali pulang,
Pulang menuju rumah

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN