Mohon tunggu...
Tb Adhi
Tb Adhi Mohon Tunggu... Jurnalis - Pencinta Damai

Sich selbst zu lieben ist keine ritelkeit, sondern vernunft

Selanjutnya

Tutup

Politik

Tangis Bombay NasDem? Willy Aditya: Masih Bisa Goyang Dumang

29 September 2022   13:18 Diperbarui: 29 September 2022   13:30 143 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Airlangga dan Zulkifli Hasan. Intens jalin komunikasi dengan partai lain. (Foto: Detik,com)


SPEKULASI segera bergabungya Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera ke Koalisi Indonesia Baru menghangatkan tensi politik beberapa hari terakhir. Entah kebetulan atu tidak, spekulasi tersebut semakin bergulir justru setelah elit Nasional Demokrat, Zulfan Lindan, menyebut KIB sebagai koalisi tidak sungguh-sungguh, ecek-ecek. 

KIB hanya sebagai wadah atau sekoci untuk Ganjar Pranowo. Tak cuma itu, Zulfan Lindan yang dulunya kader PDIP juga meyakini jika koalisi yang akan dibentuk NasDem dengan PD dan PKS lebih berkualitas dibanding KIB.

Pernyataan keras Zulfan Lindan tentu menohok para elit KIB, baik di Golkar, PAN atau PPP. Sebagian elit muda PAN dan PPP spontan menanggapi balik 'tudingan' seniornya di NasDem itu. Mereka bahkan menyebut, Zulfan tidak elok untuk bicara soal KIB sementara partainya sendiri belum berkoalisi. Mana koalisi NasDem?

Soal tudingan KIB hanya menjadi sekoci bagi Ganjar, sudah lama ditepis oleh petinggi ketiga partai pengusungnya, yakni Golkar, PAN dan PPP. Airlangga Hartarto, ketum Golkar, menegaskan jika KIB akan mengusung capres-cawapres dari internal mereka.

Elit Golkar memang terkesan tidak menanggapi tudingan Zulfan Lindan. Namun, sebagaimana ramai dikutip media, isu terkait segera bergabungnya PD dan PKS ke KIB menjadi balasan yang lebih dari setimpal untuk menanggapi pernyataan Zulfan tersebut. Bukannya segera berkoalisi dengan NasDem, justru PD dan PKS disebut-sebut lebih memilih KIB.

Zulfan Lindan belum lagi terdengar merespon balik spekulasi bergabungnya PD dan PKS ke KIB tersebut. Apalagi tanggapan dari Surya Paloh, pendiri NasDem. Hanya Willy Aditya yang memberi tanggapan. Ia, seperti dikutip media, mencoba bersikap santai. Kata Ketua DPP Partai NasDem itu, semua masih sangat dinamis untuk membentuk koalisi.

Satu sama lain masih melakukan komunikasi. Ia tidak menjamin koalisi yang sudah terbentuk akan bertahan, solid, berangkat bersama menghadapi Pemilu 2024 atau sejatinya Pilpres. Jadi, semua masih bisa kocok ulang. Goyang dumang juga bisa, kata Willy Aditya, menyebut lagu yang dipopulerkan Cita Citata itu.

Jika PKS batal bergabung dengan NasDem dan PD, maka rencana koalisi otomatis akan bubar. Akan tetapi, NasDem juga membuka komunikasi dengan yang lain. Masih ada waktu hingga November 2022 untuk melakukan persiapan.

Intinya, NasDem tidak akan tangis bombay. Namanya juga dinamika, maka semua masih bisa digoyang. Goyang Dumang juga. Setelah sakit, masih bisa bergoyang. Seperti disenandungkan Cita Citata itu.

Soal PD dan PKS disebut-sebut sudah menjalin komunikasi intens dengan KIB, khususnya Golkar dan PAN, diamini oleh beberapa elit partai. Tak kurang dari Ketua Dewan Pakar Golkar, Agung Laksono, yang mengiyakannya. Namun, pembahasannya hanya bisa diungkap oleh para ketua partai terkait.

Agung Laksono mempersilakan media bertanya langsung kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, mengenai pembahasan atau kesepakatan-kesepakatan yang sudah diambil. Kata Agung, seperti dikutip media, PKS memang sudah sering ketemu Golkar. Akan tetapi, pertemuan mereka tidak terekpos.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan