Mohon tunggu...
Tamita Wibisono
Tamita Wibisono Mohon Tunggu... Freelancer - Creativepreuner

Penulis Kumpulan Cerita Separuh Purnama, Creativepreuner, Tim Humas dan Kemitraan Cendekiawan Nusantara

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Petualangan Anti-Mainstream Menuju Purwokerto Kota Ngapak, Budget Ekonomis nan Fantastis

10 November 2018   18:31 Diperbarui: 11 November 2018   01:34 1158
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kereta serayu memiliki 2 kali jadwal keberangkatan , yakni jam 09.15 pagi dan 21.00 malam. Perjalanan pagi sangat recomended jika ingin menikmati suguhan pemandangan yang membuat refresh mata, fikiran dan perasaan. Pilih kursi yang dekat dengan kaca jendela agar mata lebih leluasa. Atau bisa juga memilih gerbong paling belakang, agar bisa melihat pemandangan dari kaca jendela kereta yang membelakangi laju kereta.

Pose berlatar tumpukan gerbong tak terpakai di stasiun Karawang
Pose berlatar tumpukan gerbong tak terpakai di stasiun Karawang
Kejutan pertama sudah terasa ketika kereta memasuki stasiun Purwakarta.Tumpukan gerbong-gerbong kereta api yang sudah tidak terpakai di sudut stasiun  sayang untuk dilewatkan begitu saja. Saya pun menyempatkan diri untuk turun gerbong dan berfoto.

Tak sedikit penumpang yang melakukan hal yang sama. Awas jangan sampai ketinggalan kereta ya. Lekas naik kembali ke kereta manakala pihak stasiun mengumumkan bahwa kereta akan kembali diberangkatkan. 

Memantaatkan waktu 5-7 menit di stasiun Purwakarta untuk mengabadikan pemandangan tumpukan gerbong, bisa dilakukan oleh pejalan yang menyukai tantangan untuk memacu adrenalin. Turun naik gerbong dengan limit waktu sedikit, resiko tertinggal kereta tentu menjadi pengalaman pahit jika hal itu sampai terjadi.

Dok.pri
Dok.pri
Dok.pri
Dok.pri
Perjalanan pun berlanjut menuju arah Bandung yang penuh dengan sajian pemandangan yang menakjubkan. Penumpangpun tak melewatkan  untuk mengabadikan pemandaan saat melewati beberapa jembatan yang menjadi lintasan kereta. Dari Jembatan Cisomang hingga jembataan Sasaksaat. Konon jembatan ini menjadi jembatan lintasan kereta api terpanjang degan ketinggian yang lumayan ekstrim di Pulau Jawa. 


Sesaat setelah jembatan SasakSaat, penumpang kereta akan masuk ke terowongan Sasaksaat selama kurang lebih 8 menit. Lorong gelap menghadirkan nuansa yang berbeda ditengah deru laju kereta.Saya pun menyempatkan diri merekam menit-menit kereta sebelum, pada saat dan setalah memasuki terowongan Sasaksaat, dan mengunggah di Instagram.

Dok.pri eksotika warga Cipeundeuy
Dok.pri eksotika warga Cipeundeuy
Setelah melewati Stasiun Kiara Condong (Bandung), kejutan dalam perjalanan masih terus berlanjut. Saat memasuki stasiun Cipeundey misalnya, penumpang berebut turun tanpa membawa barang bawaan. Rasa penasaran membuat saya melongok keluar.

Ternyata banyak pedagang di luar pagar stasiun yang menawarkan aneka makanan dan minuman ala kaki lima. Pecel anti maentream menjadi salah satu menu yang sempat saya coba. Seperti pecel dibandrol dengan harga 10 ribu saja.

Pecel Cipeundeuy bercita rasa anti mainstream, kolaborasi pecel dan karedok (dok.pri)
Pecel Cipeundeuy bercita rasa anti mainstream, kolaborasi pecel dan karedok (dok.pri)
Rasanya??? benar-benar pecel anti maenstream. Perpaduan antara pecel Madiun dan Karedok. Bumbunya terasa lebih ringan dan encer dari pecel dari daerah asalnya. Tidak terlalu manis, sehingga rasa asinnya terasa pas.

Rasa segar pecel Cipeundey diakibatkan dominannya  beberapa campuran sayur mentah seperti mentimun dan selada air. tekstur sayurannya pun lebih crunchy karena beberapa jenis sayur seperti Kubis dan taouge dimasak setengah matang.

Dok.pri keramahtamahan Indonesia , ragam bahasa dan suku bangsa akrab terjalin dalam perjalanan antimaenstream
Dok.pri keramahtamahan Indonesia , ragam bahasa dan suku bangsa akrab terjalin dalam perjalanan antimaenstream
Hal lain yang menarik dalam perjalanan anti maenstream dalam gerbong kereta adalah suasana hangat antar penumpangnya. Sebagian berbahasa sunda, sebagian lainnya berbahasa ngapak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun