Mohon tunggu...
Sukarja
Sukarja Mohon Tunggu... Desainer - Pemulung Kata

Pemulung kata-kata. Pernah bekerja di Kelompok Kompas Gramedia (1 Nov 2000 - 31 Okt 2014)

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Menakar Ketegasan Sang Pemimpin, dari Rasulullah SAW, Sukarno, hingga Jokowi!

17 Maret 2019   14:06 Diperbarui: 17 Maret 2019   14:20 701
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto (ki-ka): Muhammad Romahurmuziy, Presiden Jokowi, dan Suharso Monoarfa/ sumber:Wartaekonomi.co.id

Dialah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), partai yang di Pilpres 2019 ini mendukung pencalonan kembali Joko Widodo (Jokowi)., meskipun di Pilpres 2014 lalu PPP lebih mendukung pasangan Prabowo-Hatta yang menjadi rival Jokowi-JK.

Membandingkan antara Rasulullah SAW, Sukarno, dan Jokowi adalah sesuatu yang bukan pada tempatnya. Ketiganya jelas tidak bisa disamakan satu sama lain. 

Apalagi Rasulullah SAW, dimana Nabi Muhammad SAW merupakan manusia sempurna yang diturunkan Allah SWT ke muka bumi ini, sebagai contoh tauladan umat manusia. Artinya, ketika manusia biasa seperti kita ini mencoba untuk mencontoh Rasulullah SAW, maka kita tidak akan bisa mencontoh Nabi secara sempurna, karena tetap saja masih ada kekurangannya.

Tidak ada yang meragukan kedekatan Romy dengan Jokowi. Namun, seperti diketahui, kedekatan itu tidak lain kedekatan antara seorang pimpinan partai koalisi dengan capres yang didukungnya. Dengan kata lain, apabila Romy kemudian terjerat operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), maka Jokowi  sebagai Presiden tidak bisa melakukan intervensi hukum kepada KPK. 

Hal ini juga yang tidak dilakukan Jokowi kepada mantan Ketua Umum Golkar Setya Novanto dan Menteri Sosial Idrus Marham, termasuk juga kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atau yang sekarang dipanggil BTP. Untuk kasus yang mendera Romy, Jokowi mengajak kita semua menghormati proses hukum di KPK.


Apa yang dilakukan Romy sehingga dicokok KPK, merupakan tindakan Romy sebagai pribadi, itu pun terlepas pula dari urusan partai. Bahkan, tidak ada kaitannya dengan pemilu presiden, karena menurut KPK sendiri, Romy sudah lama diendusnya.

Ya, urusan pribadi, seperti halnya seseorang yang memanfaatkan jabatan dan kekuasaannya untuk keuntungan dirinya sendiri. Dan, untuk soal yang satu ini, komitmen Jokowi jelas, korupsi adalah musuh negara yang harus diberantas hingga ke akar-akarnya. Jadi, jangan main-main, siapa pun Anda!

Seperti yang dikatakan Jokowi di Hari Antikorupsi Sedunia yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi, di Jakarta, Selasa (4/11/2018).

"Keberhasilan bangsa yang anti-korupsi tidak diukur dari seberapa banyak orang yang ditangkap dan dipenjarakan. Tetapi, diukur dari ketiadaan orang yang menjalankan tindak pidana korupsi," tegas Jokowi!

Menurut Jokowi, Pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya untuk memberantas korupsi. Misalnya, dengan penyediaan layanan berbasis elektronik seperti e-tilang, e-samsat hingga e-budgeting, dan e-planning. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun