Mohon tunggu...
samuel purba
samuel purba Mohon Tunggu... Administrasi - PNS, pemerhati sosial

Penikmat alam bebas dan bebek bakar; suka memperhatikan dan sekali-sekali nyeletuk masalah pendidikan, budaya, dan kemasyarakatan; tidak suka kekerasan dalam bentuk apa pun.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Percakapan Malam Ini

28 November 2022   09:42 Diperbarui: 28 November 2022   09:45 90
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tidak ada yang istimewa dari percakapan malam ini

Hanya satu dua kalimat meluncur dari bibirmu

Mengunci hari yang telah lewat

Seperti biasanya

Pandanganku menerawang pada dinding abu-abu rumah kita

Angin mempermainkan ujung rambut hitammu yang masih lucu

Di teras ini, kaki kita bergoyang di bawah bangku kayu

"Anak-anakmu semakin besar. Semakin besar pula rasa sabarmu, Pak."

Aku tertegun, tergilas 14 tahun yang cepat berlalu

Kini kita di sini, setelah perahu rumah tangga kita berkali-kali dihantam angin dan badai

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun