Mohon tunggu...
Surobledhek
Surobledhek Mohon Tunggu... Guru - Cukup ini saja
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Memberi tak harap kembali

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerbung | Back Street, Korban Pembunuhan (1)

31 Januari 2020   19:49 Diperbarui: 1 Februari 2020   13:54 334
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
CNN Indonesia Foto | Venezuela Kembali Gelap Gulita

"Nama lengkap?"

"Dimas Pranata."

"Umur?"

"21 tahun."

Seluruh data diri Dimas ditanyakan. Dimas menjawab dengan jujur. Tak ada satu pertanyaan pun mengarah pada kejadian tadi malam.

"Sudah berapa lama kau mengenal Tiwi?"

"Tiwi pacar saya, Pak. Sejak pertama kuliah. Sekitar dua tahun kami jadian."

"Tadi malam kamu ada di mana?"

"Saya janjian dengan Tiwi akan jalan-jalan. Karena takut pemuda Gang Rumpun akan menggebuki siapa pun yang datang apel malam minggu, maka saya selama ini hanya berani menunggunya di jalan poros."

"Sampai jam berapa kamu di sana?"

"Janjiannya habis Isya, Pak. Kira-kira jam 20.00 lebih sedikit. Biasanya terlambatnya sepuluh hingga limabelas menit. Tapi tadi malam hingga satu jam lebih Tiwi tak datang. Jadi saya pun pulang."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun