Mohon tunggu...
Suripman
Suripman Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Rakyat biasa, yang mencoba melihat kehidupan bangsa dari sebuah sudut negeri tercinta. Tanpa prasangka, tanpa memihak, mengalir apa adanya.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kerendahan Hati

13 Januari 2019   00:01 Diperbarui: 13 Januari 2019   00:02 0 6 2 Mohon Tunggu...
Kerendahan Hati
https://iskconnews.org/

menjatuhkan kata, semudah menudingkan telunjuk. pongah mengutuk, melulu mendongak tak pernah merunduk.

lidah tajam yang menghunjamkan hinaan, di atas awan, merasa tak ada tandingan. bentuk utuh narsisme, pada jasad hati yang menuju kebekuan.

tuntutan pengakuan hanya melahirkan pengaburan. awal dari jalan menuju kebutaan, dan ujungnya adalah sempurnanya sebuah kegelapan.

bukankah bijak jika hati menunduk? lalu menebarkan terang  dengan budi bertumpuk?

Jakarta, 13 Januari 2019