Mohon tunggu...
RA Lutfiah Az
RA Lutfiah Az Mohon Tunggu... p i a a

Mari berpendar dengan garis yang sama denganku disini! Sajak Sang Pemimpi, begitu kunamai.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Monolog Hati | Melepaskan?

15 Juni 2020   18:56 Diperbarui: 15 Juni 2020   18:59 12 2 0 Mohon Tunggu...

Karena melepaskan bukan berarti merelakan---

Memposisikan diriku sebagai orang yang pernah terluka dan sekarang aku merasa patah.
Sekejap hilang semua percaya yang kurangkai sedemikian rupa hanya karena tingkahmu yang tak kusangka-sangka.
Segala yang ada kini hancur tak bersisa.

Kau terus membanjiri isi otakku, merubah yang hening menjadikannya terasa bising.
Hingga perlahan air mataku mengering sebab kita merasa begitu asing.
Aku mulai nyaman bersandar pada dinding, sembari mengumpulkan ingatan berupa puing-puing.
Perasaanku terombang-ambing mengiring langkah kita yang saling menguatkan diri masing-masing.

Siapa sangka nyatanya kuatku tak begitu utuh.
Meski berusaha acuh, namun padamu hatiku tetap jatuh.
Sebelum langkahmu terlalu jauh, pada rindu aku rela bersimpuh.
Karena faktanya, aku takkan bisa mematikan sesuatu yang seharusnya tumbuh.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x