Mohon tunggu...
Rahmat Kurnia  Lubis
Rahmat Kurnia Lubis Mohon Tunggu... Penjahit - Penggiat Filsafat

Santri Desa, Kaum Sarungan, Suka Membaca, Suka Menulis, Suka Berjalan, Suka Makan dan Semuanya Dilakukan Dengan Suka-Suka. Alumni UIN Sunan Kalijaga (Suka), Suka Filsafat dan Suka Indonesia Berbudaya.

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan

Bencana Lombok Perspektif Hukum dan Politik

22 Agustus 2018   07:32 Diperbarui: 22 Agustus 2018   11:03 462
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Penetapan itu,  karena pemerintah daerah sudah tidak bisa berfungsi akibat kehancuran luar biasa di akhir tahun 2004 .

"Saat itu, Pemda Aceh benar-benar lumpuh total. Kerusakan sangat masif dan luar biasa. Korban mencapai lebih dari 200 ribu jiwa tewas dan kerugian Rp49 triliun,"

Selanjutnya, pada gempa berkekuatan 7,6 SR yang mengguncang Sumatera Barat pada 30 September 2009 silam yang menyebabkan 1.117 orang tewas, 4.019 orang luka, 279.432, bangunan rusak, Erupsi gunung Merapi 2010, Banjir Bandang Wasior 2010, Erupsi Gunung Sinabung 2012, Kebakaran lahan Hutan 2015. Demikian itu tidak ditetapkan status bencana nasional. Ketika itu status yang ditetapkan bencana provinsi karena pemerintah daerah masih tegak, namun skala penanganannya tetap nasional. Nah, sekarang persoalan gempa Lombok menjadi perjuangan yang paling seksi untuk memperrebutkan simpati rakyat. Kita menjadi politisi dan koalisi yang paling nyiyir. Padahal secara jelas TGB menyamaikan bahwa penanganan dari pemerintah pusat telah all out. Simak penuturan beliau dibawah ini :

https://m.detik.com/news/berita/d-4175193/tgb-penanganan-gempa-lombok-berskala-nasional-dan-all-out

https://www.liputan6.com/news/read/3624133/tgb-penanganan-bencana-lombok-sudah-berskala-nasional

https://news.okezone.com/read/2018/08/20/340/1939234/tgb-penanganan-bencana-lombok-sudah-berskala-nasional

https://news.bbmessaging.com/id/berita/liputan6-com/articles/1204325

Ternyata sifat nyinyir sebahagian masyarakat kita tidak hanya berhenti  sampai disitu, pikiran kita telah dikotori dengan hoax yang terus di viralkan di sosial media, selebihnya baca dalam link ini:

https://m.kumparan.com/@kumparannews/tak-benar-bantuan-warga-untuk-gempa-lombok-diklaim-bantuan-presiden-1534508489910302477

Setelah isu TGB, Status Bencana Nasional, dan Ketersediaan logistik tidak lagi mempan maka ditembakkan lagilah semacam amunisi politik, bahwa bencana nasional adalah agar ada empati dunia terhadap Indonesia. Maka untuk melihat sikap humanisme dunia internasional terhadap Indonesia, agar opini yang dibangun tidak sesat dan menyesatkan penulis akan mengutip beberapa link berikut ini :

https://m.cnnindonesia.com/internasional/20180816180306-106-322872/jepang-gelontorkan-rp5-miliar-bantu-korban-gempa-lombok

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun