Mohon tunggu...
Puhid Akhdiyat Septana
Puhid Akhdiyat Septana Mohon Tunggu... ⏩⏩

"Selamat mengamalkan ibadah puisi." Katamu sambil menyeret koper warna-warni. Dan lalu hari-hari berikutnya hatiku terasa sunyi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Kita

14 Juni 2019   03:19 Diperbarui: 30 Juni 2019   05:57 0 33 7 Mohon Tunggu...
Puisi | Kita
pxhere.com

1/ Kita adalah lalu-lalang kendaraan
Ada saling bising pikiran bersahutan
Sama-sama ingin cepat sampai tujuan
Namun hilang santun; Berebut jalan

Kita adalah lampu-lampu jantung kota
Kalau sudah gelap; baru menyala
Berlomba saling menerangi mata
Namun langkah sendiri meraba-raba

Kita adalah gedung-gedung bertingkat
Ada begitu dekat saling melihat
Namun saling sapa kehilangan bakat
Semakin tinggi hebat; Peduli wafat


2/ Kita adalah lalu-lalang kendaraan
Ada saling merindu kebut-kebutan
Sama-sama ingin cepat dipertemukan
Namun sanggup maklumi kemacetan

Kita adalah lampu-lampu sentral kota
Ada ragam cahaya hiasi mimpi serupa
Berlomba saling nyalakan cerita
Namun tak lupa menerangi sudut kata

Kita adalah gedung-gedung bertingkat
Ada begitu dekat saling melihat
Sama-sama saling menjulang hajat
Namun tetap setia dalam tirakat

*****






KONTEN MENARIK LAINNYA
x