Mohon tunggu...
Prawira Tama
Prawira Tama Mohon Tunggu... Insinyur - Pembaca

Prawira Tama, lahir di Lumajang dan hidup secara nomad di beberapa kota. Pernah terlibat dalam beberapa penulisan buku bersama. Buku (solo) kumpulan puisinya akan terbit segera.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

PPKM

14 Juli 2021   11:30 Diperbarui: 14 Juli 2021   11:42 35 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
PPKM
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Pelan-pelan kematian mengecupku
seperti kecupan Dementor dari Azkaban.

Ambil saja jiwa ini!
Jiwa yang sudah gila
karena mabuk dunia.

Siapa tahu di balik kematian
nurani akan bangkit lagi
dengan nyawa paling suci.

Pelan-pelan kematian menggerayangi
seolah aku takmampu gembira
seolah aku sengsara dibuatnya.

Padahal ketakutanku lebih dulu
terbunuh oleh kata-kata Kiai Baha
yang digema Om Ded di podcast lalu.

Hidup perihal menjawab kematian
bila memang mati harus diterima
akan kurayakan dengan gairah menggelora.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x