Mohon tunggu...
Pren Lahang
Pren Lahang Mohon Tunggu... P.Lahang

aku adalah aku

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Disiplin Gereja dan Penerapannya

20 Mei 2019   16:24 Diperbarui: 20 Mei 2019   16:57 0 0 0 Mohon Tunggu...
Disiplin Gereja dan Penerapannya
chalcedon.org

Amsal 11:19

Siapa berpegang pada kebenaran yang sejati, menuju hidup, tetapi

Siapa mengejar kejahatan, menuju kematian

  1. Pengertian Disiplin

Disiplin dapat diartikan taat kepada tata tertib atau peraturan. Dengan kata lain disiplin merupakan latihan batin atau otak untuk menaati tata tertib. Disiplin pada diri sendiri sangat diperlukan untuk membentuk seseorang dalam pertumbuhannya secara emosi, fisik, mental, dan rohani. Kata disiplin dalam bahasa Ibrani berasal dari kata "musar" yang dapat diartikan hukuman, koreksi, disiplin dan pengajaran. Sedangkan kata disiplin dalam bahasa Yunani berasal dari kata "paideia" yang berarti latihan, pengajaran dan disiplin. Kata ini menunjuk kepada pengajaran kepada anak-anak seperti dalam Efesus 6:4. Ini juga dapat membawa implikasi kepada hukuman atau disiplin. Jadi, disiplin gereja dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang dilakukan untuk memanggil atau membawa kembali mereka yang telah berdosa atau jauh dari Allah untuk kembali kepada-Nya dan mentaati Firman-Nya. Sedangkan menurut Charles C.Ryrie dalam bukunya Teologi Dasar 2 "Disiplin gereja merupakan suatu bentuk pelayanan yang sesungguhnya yang sama pentingnya dengan pelayanan yang diperlukan dalam satu ibadah".

Ada beberapa tujuan disiplin Gereja, berdasarkan buku Institutio (Yohanes Calvin) yaitu :

  1. Supaya mereka yang menempuh hidup yang memalukan dan keji jangan sampai digolongkan orang Kristen. Sebab hal itu akan menyebabkan kehinaan terhadap nama Allah, seakan-akan gereja-Nya yang Kudus (Efesus 5:25) menjadi sarang orang yang jahat dan bejat. ( Menjaga Kekudusan Gereja )

  2. Supaya orang-orang yang baik tidak dirusak karena terus-menerus bergaul dengan orang-orang yang jahat, sebagaimana biasanya terjadi. Sebab kita mempunyai kecenderungan untuk tersesat, sehingga oleh contoh-contoh yang jelek dengan mudah saja dibuat menyimpang dari jalan hidup yang lurus. ( Menjaga Kemurnian Jemaat )

  3. Supaya mereka sendiri, karena malu, mulai menyesali kejahatan mereka. Bagi mereka pun gunanya bila kejahatan mereka mendapat hukuman supaya mereka terbangun oleh rasa pedihnya lecutan-lecutan. Kalau dibiarkan saja, mereka akan nekat. (Ada Pertobatan pribadi )

Disiplin Gereja jangan dijadikan alat atau standar untuk mengukur anggota yang bersalah. Yang perlu diperhatikan oleh gereja dalam hal mendisiplinkan jemaat adalah bagaimana cara anggota jemaat yang berbuat dosa itu dibimbing/konseling supaya ia mau mengakui dosanya dan bertobat kepada Tuhan. Prinsip penerapan disiplin gereja adalah berdasarkan kasih. Gereja tidak boleh membenci orang yang berdosa atau menganggapnya sebagai musuh (Gal 6:13). Ch Abineno dalam bukunya mengatakan: Disiplin Gereja akan menuntun kepada pengakuan dosa dan pertobatan sepenuhnya sehingga orang yang telah melakukan pelanggaran tersebut kembali kepada jalan yang benar yaitu hidup didalam Kristus. Disiplin Gereja yang juga disebut pengucilan merupakan sebuah hukuman yang dilakukan dengan lemah lembut dan kasih serta dalam pelaksanaannya berbeda dengan hukuman yang dilakuakan dalam masyarakat umum (hukum negara).

  1. Fungsi Disiplin di dalam Gereja

  • HALAMAN :
    1. 1
    2. 2
    3. 3