Mohon tunggu...
Petrus Kanisius
Petrus Kanisius Mohon Tunggu... Wiraswasta - Belajar Menulis

Belajar menulis, suka membaca dan jalan-jalan ke hutan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

(Puisi) Rimba Menanti Disapa

8 Oktober 2021   14:56 Diperbarui: 8 Oktober 2021   15:00 126 15 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kelasi berlindung di rerimbunan rimba/hutan. (Foto Petrus Kanisius).

Rimba raya kala menyatu tentang nafasmu untuk semua

Menyeru tentang rimbunmu yang tak lagi rimbun seperti dulu kala

Apakah ini pertanda rimba terahir dan yang tersisa

Kata yang selalu terucap tentang tajuk-tajukmu yang semakin sulit rimbun

Tak sedikit yang mengatakan rimbunmu (tajuk-tajukmu) mulai terkulai layu

Hingga rebah tak berdaya tanpa ada yang menyapa

Tak kuat berdiri kokoh karena tangan yang semakin sulit terlihat mengusikmu

Disapa tentu ada suara yang menyatu berseru tentang pentingnya engkau (rimba) berlanjut

Tetapi rimba tampaknya semakin tersudut karena amarah dari tangan-tangan tak terlihat

Berseru tentang rimba yang raya, yang rimbun dan menyapa dengan harmoninya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan