Mohon tunggu...
PETRUS PIT SUPARDI
PETRUS PIT SUPARDI Mohon Tunggu... Penulis - Menulis untuk Perubahan

Saya lahir di Ohe, Sikka, Flores, NTT dan besar di Merauke, Papua. Menyelesaikan pendidikan SD-SMA di Merauke. Kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur, Abepura. Saat ini, bergabung bersama JERAT dalam penelitian masyarakat hukum adat di kabupaten Keerom, provinsi Papua.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Seribu Rupiah

9 Oktober 2022   08:46 Diperbarui: 9 Oktober 2022   08:53 78
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Menatap wajah lusuh di lampu merah perempatan jalan

Geram, curiga dan prasangka menyelimuti kalbu

Logika mengantar pada cap negatif: malas kerja, cari gampang!

Tangan tak rela terulur memberi meskipun hanya seribu rupiah

Wajah lusuh melantunkan lagu-lagu diiringi ukulele tua

Tangan terulur menawarkan air dan makanan ringan

Raut muka penuh harap mendapat sedikit berkah

Memberi makan anggota keluarga yang sedang lapar dan haus

Prasangka dan curiga menyumbat saluran kasih

Menahan lengan yang hendak terulur menolong

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun