Mohon tunggu...
PETRUS PIT SUPARDI
PETRUS PIT SUPARDI Mohon Tunggu... Penulis - Menulis untuk Perubahan

Musafir di rumah bumi Papua

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Cinta Bersemi di Bar

18 Mei 2021   15:27 Diperbarui: 18 Mei 2021   15:52 278
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Siapakah dia?

Di seorang pramuria

Tatapan sendu mengalirkan sengatan listrik yang dahsyat

Sukma mendidih mencairkan jiwa yang beku oleh hasrat nikmat sesaat

Meja oval berkaki satu patah terkulai seakan tanpa sebab

Berdiri menuju pintu datangnya sorot mata menggetarkan itu

Kami bangkit dan keluar!

Aku berhenti berdiri di muka pintu

Dia berhenti duduk di meja oval berkaki satu

Kami melangkah ke alam bebas

Di bawah kaki gunung dalam dekap mata air jernih dan rindang pohon kopi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun