Mohon tunggu...
SANTOSO Mahargono
SANTOSO Mahargono Mohon Tunggu... Pustakawan - Penggemar Puisi, Cerpen, Pentigraf, Jalan sehat, Lari-lari dan Gowes

Pada mulanya cinta adalah puisi. Baitnya dipetik dari hati yang berbunga

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Makna Sunyi

2 Agustus 2022   17:36 Diperbarui: 5 Agustus 2022   16:30 94 7 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
santiniphotography.com

Sunyi adalah bunyi slot pintu yang bergerak mengunci. Aku sering mendengarnya ketika masih kecil. Bersamaan bayangan ibu yang berjalan menjingkat meninggalkan aku terlihat pulas di atas kasur. Ya, memang aku pulas, tapi tidak dengan telingaku.

Sunyi adalah alarm yang dibunuh malam, lalu jarum jam berkoar-koar seolah-olah sosok pahlawan yang merobohkan benteng mimpiku. Bahkan, sebelum aku betul-betul sadar, detik jarum jam telah mendorongku, membalikkan badanku serta meninju sekujur mimpiku hingga tersungkur di kolong.

Sunyi adalah pintu rumah yang dihuni oleh keluarga miskin, seharian belum makan. Lalu aku bersedekah makanan kepada keluarga itu. Saat pintu terbuka kulihat tiga bocah mematung dengan menggigit jari, buah jakunnya naik turun menelan ludah. Bergegas pintu mengucap terima kasih. Tiba-tiba seberkas sinar melesat ke langit seolah mengadukan peristiwa ini kepada Tuhan.

Sunyi adalah rintihan penebus dosa. Sunyi baru saja meninggalkan cambuk di tubuhnya. Sementara bibirnya berkabut, merapal permohonan ampun bagi pendosa.  

Sunyi adalah do'a yang terbawa angin, dari seseorang yang pernah berjanji cinta sehidup semati di dekat kuburan kekasihnya yang baru saja mati.

SINGOSARI, 2 Agustus 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan