Mohon tunggu...
Mukhlis
Mukhlis Mohon Tunggu... Guru - Guru SMA Negeri 1 Lhokseumawe

Penulis Buku: Teknik Penulisan Puisi, Teori, Aplikasi dan Pendekatan , Sastra, Pendidikan dan Budaya dalam Esai, Antologi Puisi: Lukisan Retak, Kupinjam Resahmu, dan Kutitip Rinridu Lewat Angin. Pemimpin Redaksi Jurnal Aceh Edukasi IGI Wilayah Aceh dan Owner Sastrapuna.Com . Saat ini Bertugas sebagai Guru SMA Negeri 1 Lhokseumawe

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Lorong Sunyi

23 Maret 2024   10:43 Diperbarui: 23 Maret 2024   10:46 117
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
 Sumber gambar: Pixabay 

Kemarin...
Kujejali telapak ini
Pada lorong -lorong sunyi
Di antara  pohon-pohon  besi menyapa
Di sela -sela pengangguran berdasi


Kopiah dan peci penuh  harap
Kusapa satu dua di antara gerombolan suara
Mantera- mantera dibalut sesajen kepentingan
Penari politik dari ragam sosial berkelakar


Menjual kata bebas sebebas menebas
Bebas antrean minyak subsidi
Bebas berjejer menunggu tabung tiga kilo
Bebas bermalam mengarungi selat
Bebas beras asli karena ada yang plastik
Bebas diretas sosial media
Berjuta bebas diecer di depan suara parau

Kemarin...
Ada nyanyian mewah tentang kesejahteraan,
kesehatan, dan pendidikan
Kesejahteraan berbaju palsu
Kesehatan tak menyehatkan
Pendidikan tak mendidik

Hembusan  gratis membelai raga
Gratis tak sekolah
Gratis tak belajar
Gratis tak berseragam
Gratis makan siang
Dan  gratis tak berpendidikan    



Kemarin..
Kudengar ocehan ibu muda berseragam kumal
Di bawah baliho politik  melagukan kehidupan
Tentang rumah dalam kantong kresek
Tentang  hujan menjahit malam
Tentang matahari mengumbar panas
Tentang bulan  menginap di balik jembatan


Kemarin...
Penari politik menebar jaring
Menjerat suara di ujung lidah
Menebar aroma semu
Dalam peluk dan penuh harap


Lhokseumawe,   Maret 2024

Baca juga: Puisi: Kau

 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun