Mohon tunggu...
NellaLestari _07
NellaLestari _07 Mohon Tunggu... Penulis - Aktif

Pelajar SMA yang mencoba berimajinasi di sela-sela menumpuknya tugas.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Hati-hati di Jalan

14 November 2022   15:42 Diperbarui: 14 November 2022   15:47 213
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Bunda peri!" Zico mendongak ke angkasa sampai dahinya menunjukkan otot, ia berteriak tak henti. 

"Ada apa dengan temanmu?" Setelah sekian lama tidak muncul, Bunda Peri mendengar rintihan anaknya. Rindu membelenggu. 

"Dia tiba-tiba pingsan dan berkarat Bunda," keluh Zio, keringat dingin menyelimutinya. 

"Maafkan bunda nak, Bunda tidak bisa membantu kalangan manusia."

"Bunda, aku mohon bantuannya..." Zio merengek. Zio meminta bantuan pada Kejora, Puteri Bintang itu terisak, kalbunya tercabik-cabik. 

"Anda jahat Zio, Anda memilih siapa sebenarnya? Anda tidak lain hanyalah Iblis. Saya muak!" Kejora membentak, percakapan telepati itu menyesakkan, warga Angkasa terlarut dalam sedihnya. 

"Anda jahat Zio! Anda mencuri hati saya, membiarkan saya jatuh cinta."

"Kejora..., kita tidak bisa dipaksakan, kau dan aku telah berbeda."

Air mata Kejora terus memancar, menumbuhkan kuncup-kuncup melati, ia pernah berkata bahwa manusia dan peri terlalu jahat, lantas apa bedanya apabila Kejora terus memaksa dan egois seperti ini? Zio berhak bahagia dengan yang berwujud, karena bisikan-bisikan dari Bunda Saturnus, Kejora mengikhlaskan mereka.

"Jadi, apa maumu sekarang Zio?"

"Jadikan dia manusia, aku hanya tidak ingin Pak Tani yang merawatku bersedih. Apabila kamu ingin membawaku, aku tidak masalah."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun