Mohon tunggu...
Mutia AH
Mutia AH Mohon Tunggu... Lainnya - Penikmat Fiksi

Menulis yang ringan dan positif

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Su

25 November 2020   12:40 Diperbarui: 25 November 2020   12:49 101
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: wallpapercave.com, diolah di Canva

Su
Siang ini begitu terik
Tak ada warna abu di langit biru
Hanya putih terhampar menyilaukan

Di bawah langit yang mana kau berpeluh
menekuri jalanan
Menunggu dan menghantarkan pesanan
Pelanggan yang kau perjuangkan
Namun terkadang memakimu karena sebuah keterlambatan

Panas,
pucuk-pucuk pohon
Terlihat pucat keperakan
Kau masih berjalan menyusuri jalanan beraspal
Sesekali menyeka peluh yang menitik

Lelah tak terkata
terbaca kala bibirmu terbuka, meringis
Letih
Lebur kala kumemanggil
Ayah!

Ruji, 25 November 2020

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun