Mohon tunggu...
Penaku
Penaku Mohon Tunggu... Mahasiswa - Anak-anak Pelosok Negeri

Menulis adalah Bekerja untuk keabadian. Awas namamu akan abadi dalam tulisannya

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Inspirasi Malam

24 Juli 2021   21:56 Diperbarui: 24 Juli 2021   22:03 439
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi malam via Pixabay

Nampak cakrawala yang terbentang sejauh mata memandang,kali ini gumparan awan menuju ke tepian. Bias cahaya rembulan mempertontonkan warna warni,betapa dinamisnya kehidupan 

Adakalanya hening sesaat kendati petikan gitar dari anak tongkrongan dari kejauhan menikmati cahaya rembulan. Insan yang sejak tadi lunglai dilontarakan kritikan pun dibikinnya menimbang, biarlah,,

 Itu cuman inspirasi malam 

Jedah dua hari harapan bertubi-tubi menghampiri, suara parau dari sudut jalan tak kuasa berucap "hujan lebat kemarin itu berpamitan". 

Duduk tenang ditepi jalan sembari memegang lutut ditekuk melirih kedinginan, seorang belia berjalan mengenakan sarung sembari mendekap kedua lengan menyusuri jalan  

Adakah yang lebih tenang dari malam ini menikmati panorama malam bersama rembulan dan gugusan bintang-bintang sembari merenungi ciptaan tuhan 

Krik,,krik,,krik,,...jangkrik

Wruing, wruing,,...,layangan

Kongkorooyook,,,ayam jantan 

Seakan bersahutan menemani seorang insan yang sejak tadi mencari inspirasi malam 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun