Mohon tunggu...
M Alif R M
M Alif R M Mohon Tunggu... Pelajar

Seorang pelajar SMA kelas 12

Selanjutnya

Tutup

Novel

Wanita Kuat

24 Februari 2021   00:14 Diperbarui: 24 Februari 2021   00:24 33 0 0 Mohon Tunggu...

Chesilia Meiske Warouw itulah nama Nenekku, ia lahir tahun 27 april 1964. Berasal dari keluarga dengan 10 bersaudara 4 laki laki dan 6 perempuan, dan tinggal dikawasan Pusdikter Purabaya. Hidup berkecukupan dengan banyaknya sumber makanan di sekitar rumahnya yang terdiri dari persawahan dan perkebunan.

Dari kecil nenekku sudah diajarkan hidup mandiri, dia bisa memasak makanan sendiri dari bahan -- bahan disekitar rumahnya itu. Karena kedua orang tua terlalu sibuk dalam pekerjaannya. Melakukan kegiatan -- kegiatan rumah tangga yang mungkin sudah jarang sekali dilakukan oleh wanita jaman sekarang.Semakin meranjak remaja nenekku sudah tidak bertempat tinggal di purabaya, dia pun pindah ke Papua lebih tepatnya di Sorong, karena ayahnya harus bertugas disana.

Disanalah dia menghabiskan masa remaja yang menyenangkan itu dengan bersekolah di SMA 1 Sorong. Di sekolah itu juga dia menemukan seorang kekasih yang mengisi hatinya dengan penuh cinta di masa remaja. Selayaknya remaja yang menjalin sebuah hubungan, mereka berdua selalu dimabuk cinta.

Namun pada suatu hari dia mendapat sebuah kabar dari kerabatnya bahwa kekasihnya itu sedang berada di pelabuhan untuk pergi meninggalkan Sorong. Nenekku terkejut hatinya dipenuhi dengan kesedihan dan tidak tahu harus berbuat apa. Lalu disaat hari itu juga dia pergi menuju ke pelabuhan untuk melihat kekasihnya itu untuk pergi meninggalkan Nenekku. Padahal pada hari itu dia sedang berada di sekolah, demi melihat kekasihnya itu untuk terakhir kalinya dia pergi menemui guru untuk tidak bersekolah pada hari itu dengan membuat alasan bahwa dia sakit. Dia pergi meninggalkan sekolah dengan kerabatnya itu menuju pelabuhan dengan tergesa -- gesa agar tidak tertinggal.

Sesampainya di pelabuhan Neneku melihat -- lihat sekitar gerombolan manusia yang lalu lalang seperti semut untuk mencari kekasihnya. Tak lama dia menemukan kekasihnya sedang terduduk diam menunggu kapal yang akan membawanya pergi meninggalkan sorong. Disitu dia menangis dengan air mata yang deras tak terbendung lagi melihat kekasihnya akan pergi meninggalkanya. Sang kekasih menyampaikan alasannya untuk meninggalkan sorong karena dia diterima dalam sebuah pekerjaan di luar daerah Sorong. 

Sang kekasih pun ikut serta dalam meneteskan air mata karena diliputi kesedihan jua. Sang kekasih hanya bisa memberikan pelukan hangat di dalam pertemuan mereka yang terakhir itu. Neneku hanya bisa menangisi kepergian kekasihnya itu. 

Suara klakson yang menggelegar pun berbunyi memanggil para penumpang untuk masuk, perlahan pelukan itu mulai terlepas dan sang kekasih pergi untuk menaiki kapal tersebut dan meninggalkan Neneku untuk selamanya. Dengan lambaian tangan sebagai isyarat untuk mengucapkan selamat tinggal sang kekasih pun pergi menaiki kapal dan pergi. Neneku hanya bisa meratapi bahwa dia mereka tidak akan bertatap kembali seperti dulu. Dengan ikhlas dia ikut melambaikan tangannya dan mengucapkan selamat tinggal.

Bulan demi bulan pun berlalu sehingga masa SMA neneku pun akan segera berakhir. Di masa itu ada seorang lelaki yang sedang mendekati Neneku. Orang itu sering dipanggil Pujo oleh Neneku. Pujo ini adalah seorang karyawan bulog jadi bisa dibilang sangat mapan orangnya. Pujo sering kali memberikan sembako kepada Ibu dari Neneku dengan iming -- iming memperbolehkan dia untuk mengencani Neneku. Sang ibu sudah pasti memperbolehkan karena dia selalu memberikan sembako kepadanya. Namun neneku berkata lain, dia tidak terlalu menyukai Pujo sehingga setiap kali dia mengajak kencan Neneku pasti kabur dari rumah dan pergi ke kerabatnya atau jika sudah terpaksa karena diperintah oleh ibunya untuk pergi Neneku pasti mengajak adik lelakinya untuk menemaninya dalam kencan bersama Pujo.

Seiring berjalannya waktu Neneku sudah lulus dari SMA. Setelah tahu bahwa dia telah lulus Pujo pun ingin  mengajaknya ke jenjang yang lebih serius lagi yaitu dengan menikah. Neneku pun terkejut mendengar ajakan Pujo saat itu karena belum siap.namun sang ibu sangat mendukung keputusan pujo untuk menikahi putrinya tersebut. Butuh waktu lama untuk Neneku berfikir untuk menerima ajakan tersebut karena sebenarnya dia ingin berkarir setelah lulus dari SMA, ia ingin sekali menjadi seorang polisi. Namun dorongan yang selalu diberikan ibunya selalu saja berada di benaknya. Dengan penuh pertimbangan yang sudah dilalui akhirnya Neneku pun menerima ajakan untuk menikahi Pujo dan untuk menghargai orang tuanya.

Setetelah bertahun -- tahun menikah mereka dianugerahi 3 orang anak 2 perempuan dan 1 laki laki. Mereka hidup dengan sangat berkecukupan tanpa ada kesulitan dalam ekonomi sedikit pun karena pekerjaan Pujo yang saat itu masih bekerja di bulog. Nenekku pun bertemu dengan seorang perempuan penduduk lokal yang keluarganya entah ada dimana. Karena merasa iba dengan kondisi wanita tersebut Nenekku pun mengajaknya untuk tinggal bersama di rumah mereka nama perempuan itu adalah Welly Yamlean dan sering dipanggil Gode menurut bahasa setempat ahwa gode memiliki arti besar, memang Welly saat itu memiliki bentuk tubuh yang lumayan gemuk sehingga ia dipanggil Gode. Tugas Welly dirumah adalah membantu Neneku mengurusi anak -- anaknya dan urusan rumah tangga lainnya.

Seiring berjalannya waktu penampakan di dalam rumah terasa berbeda dikarenakan ada beberapa benda yang tidak terpampang lagi. Neneku pun kebingungan apakah ada pencuri yang mengambilnya. Kemudian ia menanyakan kepada Pujo kemana barang -- barang itu pergi, ia menjawab bahwa benda itu dijual. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x