Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Petani - Sosiolog Pertanian dan Pedesaan

Sedang riset pertanian natural dan menulis novel anarkis "Poltak"

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Mesin-mesin Bercinta

6 Oktober 2022   18:39 Diperbarui: 6 Oktober 2022   19:03 202 24 9
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Robot Promobot Foto: promo-bot.ai via cnbcindonesia.com)

Terlalu larut dengan mesin telah membuat ragaku dan tubuhmu kehilangan jiwa. Otakku dan benakmu kini telah menjadi software. Jemari kita hanya perpanjangan keyboard.

Kita chatting mengumbar kata-kata tanpa jiwa. Afeksi kita diwakili ratusan emoticon dan sticker. Share begitu mudah kita sentuh untuk berbagi. Delete kita sentuh membuang ujar salah.

Kamu dan aku menyebut typing, send, dan share  itu aktivitas bercinta.

Baca juga: Banjir di Pusara

Ketika kamu bosan padaku, kamu sentuh block. Sedangkan aku sentuh left. Relasi kita power off. Tanpa ruang restrart. Kamu dan aku surfing lagi di apstore. Mencari aps baru.

Begitulah relasi cinta society 5.0 atau apapun namanya. Relasi masinal antara ragaku dan tubuhmu. Tanpa jiwa. (eFTe)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan