Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Petani dan Peneliti Sosial

Sosiolog kampungan, petani mardijker, penganut paham "mikul dhuwur mendhem jero", artinya memikul gabah hasil panen di pundak tinggi-tinggi dan memendam jerami dalam-dalam di lumpur sawah untuk menyuburkan tanah.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sebuah Mimpi Buruk Terindah

16 Juli 2019   14:55 Diperbarui: 16 Juli 2019   15:19 0 4 1 Mohon Tunggu...
Sebuah Mimpi Buruk Terindah
Foto: merahputih.com

(Kepada KPK Republik Indonesia)

Saat ku saksikan matahari terbit di ufuk barat.  Lalu  terbenam di ufuk timur. Maka tahulah aku. Korupsi sudah musnah di negeri ini.
 
Saat ku saksikan bayangan tubuh tengah hari menjorok ke empat penjuru di atas tanah. Seperti bayangan pagi oleh matahari terbit di timur, selatan, barat dan utara sekaligus.  Maka tahulah aku. Koruptor tak lagi bisa menghilang serupa bayangan pukul duabelas siang.
 
Saat  kusaksikan seorang terpidana koruptor berjalan-jalan di mal meninggalkan bayangannya di sel penjara. Maka tahulah aku.  Negeri bersih korupsi adalah sebuah mimpi buruk terindah.***


Jakarta, 16 Juli 2019