Mohon tunggu...
Muhamad Nabil
Muhamad Nabil Mohon Tunggu... Nabil MH

Tulisan saya adalah hasil buah pikiran yang seadanya serta ala kadarnya, yang berharap bermanfaat untuk kawan-kawan semua. Menulis adalah menyerang, Membaca adalah melawan. #SalamLiterasi

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Saatnya kita Semua, Duduk Bersama kembali

13 April 2019   22:00 Diperbarui: 14 April 2019   03:14 0 3 1 Mohon Tunggu...
Saatnya kita Semua, Duduk Bersama kembali
images-1-5cb1f7dea8bc1522ee2e8683.jpeg

Mari perbanyak diskusi,
Kurangi mencaci-maki.

Indonesia bukan hanya nomor satu atau dua,
tapi tentang segala harapan yang selalu ada di depan mata, apabila kita semua saling bersama dan berdoa tentang Indonesia yang kaya.

memang, setiap warga harus mempunyai pilihan.
tapi bukan artinya harus menjadi ajang permusuhan.

yang seharusnya adu argumen,
tapi yang ada malah adu sentimen.

karena siapapun nanti yang menang,
pihak yang kalah harus siap menerima dengan hati lapang.

Kontestasi esok bukan hanya tentang Jokowi atau prabowo,
Namun harus ada hati yang ikhlas dan legowo.

dan harus diingat sosok kyai karismatik atau pengusaha muda sukses,
bukan hanya wujud pemantik atau sekadar akses.

Tapi mereka dua tokoh yang sama punya niat,
serta pendamping yang tepat.

Yang pastinya harus siap untuk membawa perubahan,
Bukan hanya janji angan-angan.

Rakyat sudah basi mendengar janji yang selalu begitu,
Tapi tanpa realisasi yang bermutu.

Debat kedua calon telah selesai,
mari kita rekatkan lagi persaudaraan yang kemarin terurai.

Sudah saatnya semua berpartisipasi,
Demi indonesia yang lebih mandiri dan berjaya dalam prestasi.

sedikit mengutip kutipan Gusdur "yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan"

semoga hari esok dan seterusnya, bangsa ini kembali ke arah yang telah dibawa oleh para pendiri bangsa. yakni sebagai bangsa yang tentram,rukun,damai serta saling menghargai dan menghormati satu sama lain. 

Bersatu dalam keberagaman

Menghargai dalam persatuan.

karena kelak, itulah sifat serta pedoman hidup dalam berbangsa. yang harus diwariskan ke generasi selanjutnya.

Itulah asas tunggal kita,

BHINEKA TUNGGAL IKA.

Akhir kata.

SAYA BANGGA MENJADI BAGIAN DARI BANGSA INDONESIA!

Bandung, 13 April 2019
@mochnabil18






KONTEN MENARIK LAINNYA
x