Mohon tunggu...
M. Jojo Rahardjo
M. Jojo Rahardjo Mohon Tunggu... Maksimalkan fungsi otak hanya dalam hitungan hari.

Pakar neuroscience mendefinisikan positivity: "Sebuah kondisi di otak di mana otak bekerja maksimal, sehingga otak lebih cerdas, kreatif, inovatif, analitis, mampu memecahkan masalah, tahan terhadap tekanan dan mudah lepas dari depresi, fisik lebih segar, immune system membaik, dan lebih cenderung berbuat kebajikan". ______________________________________________________________________________ Tulisan M. Jojo Rahardjo tentang positivity atau positive psychology bisa dibaca juga di website "Membangun Positivity".

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Pemimpin Psikopat di Sekitar Kita

19 November 2020   07:38 Diperbarui: 19 November 2020   09:31 310 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pemimpin Psikopat di Sekitar Kita
Gambar: https://medicalxpress.com/

Masih ingat peristiwa menggemparkan di awal Maret 2020 lalu? Seorang ABG putri berusia 15 tahun membunuh anak kecil berusia 5 tahun di rumahnya sendiri. Pada polisi remaja putri ini mengaku sudah lama memendam hasrat membunuh orang, namun ia berhasil menahannya. 

Namun di hari itu 5 Maret 2020, ia tak kuasa memendam hasrat membunuhnya. Anak tetangga berusia 5 tahun yang sering main di rumahnya ia benamkan di bak mandi hingga tewas. Ia bahkan menyampaikan pada polisi ia merasa puas telah membunuh korbannya.

Dari coretan berupa tulisan dan gambar yang ditunjukkan polisi, banyak orang menduga ABG ini psikopat. Benarkah ABG ini seorang psikopat? Sayangnya hingga bulan November 2020 ini tak ditemukan berita yang pasti tentang hasil pengamatan ahli jiwa pada ABG ini. Jika ABG ini memang psikopat, maka apa yang akan terjadi pada ABG ini, dan sikap apa yang harus diambil masyarakat? 

Apakah psikopat terlahir begitu? Atau dibentuk oleh lingkungannya atau keluarga yang berantakan? Apakah tayangan yang ditonton anak itu memberi pengaruh? Berapa banyak jumlah psikopat di sekitar kita?

Banyak pertanyaan yang harus dijawab, bukan?

***
Psychopathy adalah kelainan personality sejak lahir. Jika kita Googling, maka akan kita temukan penjelasan tentang beberapa karakteristik seorang psikopat sebagaimana dijelaskan di bawah ini:

1. Psikopat nyaris tak memiliki emosi, seperti cemas, takut, sedih, marah, rasa bersalah, malu, menyesal, dan lain-lain. Meski demikian beberapa ahli menyatakan psikopat sangat pandai memanfaatkan persoalan emosi untuk kepentingannya sendiri. Itu sebabnya mereka mampu menjadi aktor yang mampu meniru emosi orang lain, atau mampu mempermainkan emosi satu atau banyak orang, sehingga mereka sangat jago menipu, atau memanipulasi orang lain atau orang banyak untuk kepentingannya sendiri.

Paul Ekman ( paulekman.com ) seorang ahli psikologi yang mendalami emotions dan ekspresi muka menemukan dalam risetnya, ternyata mereka yang memiliki jam terbang yang panjang dalam meditasi (Tibetan monks): memiliki kelebihan dalam merasakan emosi orang lain. Mereka peka sekali untuk mengenali emosi dari orang lain di hadapannya, seperti sedih, gembira, senang, takut, marah, hingga trauma sebagai korban kekerasan di masa lalu. Anehnya para psikopat juga memiliki kemampuan ini. Bagi mereka yang rajin meditasi, tentu kelebihan ini akan digunakan untuk menolong orang lain, tetapi bagi para psikopat, kelebihan ini sering digunakan untuk mengeksploitasi orang lain.

2. Psikopat tak memiliki empathy. Ia bisa menyiksa atau membunuh tanpa rasa belas kasihan. Empathy yang dimaksud adalah kemampuan untuk merasakan penderitaan orang lain, atau memiliki belas kasihan. Ia pun tak cenderung pada altruism (kebajikan), atau pandangan yang bermoral (mengikuti nilai-nilai yang berlaku di masyarakat). 

Ia hanya mengikuti pada apa yang menurutnya baik atau menguntungkan dirinya. Seorang psikopat dimotivasi oleh kesenangannya yang bisa ia peroleh dalam melakukan apa pun, meski itu mengerikan buat orang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x