Mohon tunggu...
M. Jojo Rahardjo
M. Jojo Rahardjo Mohon Tunggu... Maksimalkan fungsi otak hanya dalam hitungan hari.

Pakar neuroscience mendefinisikan positivity: "Sebuah kondisi di otak di mana otak bekerja maksimal, sehingga otak lebih cerdas, kreatif, inovatif, analitis, mampu memecahkan masalah, tahan terhadap tekanan dan mudah lepas dari depresi, fisik lebih segar, immune system membaik, dan lebih cenderung berbuat kebajikan". ______________________________________________________________________________ Tulisan M. Jojo Rahardjo tentang positivity atau positive psychology bisa dibaca juga di Facebook Fan Page "Membangun Positivity".

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Conciousness dan Ilmu Pengetahuan

24 November 2015   21:36 Diperbarui: 24 November 2015   22:08 0 0 0 Mohon Tunggu...

Para ilmuwan menyusun daftar pertanyaan yang tak terjawab oleh ilmu pengetahuan. Pertanyaan tentang apa itu consciousness menduduki urutan ke~2. Filsuf dan Agamawan menyebut consciousness antara lain sebagai ruh atau sesuatu yang terpisah dari jasad manusia. Tulisan di bawah ini bukan untuk menjawab apa itu consciousness, tetapi sekedar memberi satu sudut pandang dari positive psychology.

Positive psychology dibangun oleh setidaknya 3 ilmu pengetahuan, yaitu neuroscience, psikologi serta fisika. Rasa marah, takut, malu, gelisah, senang, bersemangat yang biasa kita sebut emotions berkaitan dengan aktivitas yang ada di otak seperti yang dijelaskan oleh Richard J. Davidson, pakar neuroscience yang telah meneliti otak dan kaitannya dengan emotions sepanjang lebih dari 40 tahun. Positive psychology juga meneliti perubahan yang terjadi di otak saat kita melakukan beberapa aktivitas seperti kebajikan, membantu orang lain, bersyukur, berolahraga, menghabiskan waktu bersama teman, atau melakukan meditasi. Salah seorang pakar positive psychology menyebut perubahan positif di otak itu dengan positivity.

Setiap pagi kita bangun dari tidur dan menyadari bahwa kita memiliki awareness, yaitu bisa menyadari apa yang terjadi di sekeliling kita. Kita bisa merasakan tempat tidur, bisa melihat dinding kamar, cahaya lampu, mendengar suara kendaraan di luar rumah kita dan lain~lain. Anda juga bisa melihat artikel ini di layar PC atau di gadget anda. Sinar dari screen menyentuh retina mata anda yang kemudian diubah menjadi sinyal ke dalam otak dan diproses ke dalamsuatu kode atau bahasa. Kemampuan anda untuk memproses (to perceive) sinyal~sinyal itu dan memprosesnya menjadi sesuatu yang berarti di otak disebut awareness. Hasil dari proses itu disebut perceptionAwareness membuat kita, manusia atau hewan lain, mampu menyadari lingkungannya dan menghasilkan berbagai respon untuk lingkungan itu. 

Sebagian besar dari awareness adalah subconscious atau kita sering menyebutnya bawah sadar. Sebagai contoh saat otak mengatur detak jantung dan nafas, kita sama sekali tak menyadarinya. Demikian juga hampir semua hewan lain bisa menyadari lingkungannya secara otomatis, namun tidak memiliki kontrol terhadap awareness itu. Kemampuan yang mendasar ini diproses di the brain stem. Manusia sama dengan vertebrata dalam soal awareness ini.

Meski demikian manusia memiliki kemampuan untuk memiliki self~awareness. Jika disederhanakan, maka artinya adalah kita mampu conscious (sadar) untuk menjadi consciousConsciousness adalah kemampuan manusia yang rumit yang dihasilkan di dalam prefrontal cortex dan bagian high~level lain di otak. Ilmuwan telah berhipotesa, bahwa consciousness dihasilkan oleh jaringan (beberapa bagian) otak yang dispesialisasikan untuk memonitor aktivitas dari jaringan otak yang lain. Secara metafora bisa dikatakan begini: Jika awareness adalah kumpulan peta tentang lingkungan dan makhluk hidup (yg melihat peta itu), maka consciousness adalah peta dari semua peta itu.

Banyak ilmuwan yang berhipotesa tentang consciousness, namun para ilmuwan secara umum mengakui bahwa ilmu pengetahuan belum mampu memberi penjelasan yang memuaskan. Salah satu penelitian tentang consciousness ini menggambarkan consciousness dan otak seperti data dan computer (dengan media penyimpan datanya). Saat tubuh (dan otak) mati atau berhenti berfungsi, data itu tetap ada. Para ahli quantum physicists berkata begini: "Consciousness lives in quantum state after death." 

M Jojo Rahardjo

Tulisan M. Jojo Rahardjo tentang positivity dan positive psychology bisa dibaca juga di portal perpustakaan digital "Inspirasi" dan di Facebook Fan Page "Membangun Positivity".[caption caption="Photo: Mind Guru India"][/caption]

KONTEN MENARIK LAINNYA
x