Mohon tunggu...
Meidy Yafeth Tinangon
Meidy Yafeth Tinangon Mohon Tunggu... Lainnya - β–  π»π‘œπ‘π‘–: 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑙𝑖𝑠 π‘‘π‘Žπ‘› π΅π‘’π‘Ÿπ‘π‘Žπ‘”π‘– πΎπ‘Žπ‘‘π‘Ž β–  π‘Šπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘’ π‘Žπ‘›π‘‘ π‘ β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘’ π‘“π‘œπ‘Ÿ π‘–π‘›π‘ π‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘›π‘” π‘Žπ‘›π‘‘ π‘’π‘šπ‘π‘œπ‘€π‘’π‘Ÿπ‘–π‘›π‘”. πΉπ‘œπ‘Ÿ π‘ π‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘‘, π‘π‘’π‘Žπ‘π‘’ π‘Žπ‘›π‘‘ 𝑗𝑒𝑠𝑑𝑖𝑐𝑒

www.meidytinangon.com | www.info-pemilu-pilkada.online | www.pikir.net | www.globalwarming.web.id | www.minahasa.xyz | www.mimbar.online |

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kemarau di Hatimu

3 September 2021   11:09 Diperbarui: 3 September 2021   11:12 133 29 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kemarau di Hatimu
"Kemarau di Hatimu" (Dokpri, MYT 03092010)

Kemarau di hatimu. Panas membara, bukan semu.
Sepertinya terik mentari memaksa bertamu,
sedangkan dirimu meronta karena jemu.
Tetapi engkau tak kuasa menolak kehadiran sang tamu.
Sakitnya hati bertemu penyemu.*)

Kemarau di hatimu. Kering kerontong, tak ada hujan bertamu.
Tak ada air ketemu, bahkan untuk sekedar berkemu. *)
Apalagi untuk meramu segelas rasamu.
Lalu, engkau menyusuri kering lorong sepimu.
Apa daya jejakmu berlumur selumu,*) yang tak kaumau.

Kemarau di hatimu. Engkau merindukan ilmu?
Agar ada gerimis datang bertamu,
untuk sekedar menyegarkan batinmu?
Atau untuk bertemu segerombolan hujan membasahi keringnya kalbu?
Sepertinya sulit. Kemarau, rindu dan hujan bukan hanya soal ilmu.

Kemarau di hatimu merindu.
Rasanya bukan rindu ilmu.
Hanya doamu, dan seseorang yang kaurindu.
Datang bertamu.
Di hatimu.

*****

Ket:

*) Penyemu =Β orang yang menyemu; penipu; pengkhianat
*) Berkemu = mencuci mulut dengan memasukkan air ke dalam mulut, menggerak-gerakkannya sebentar, kemudian mengeluarkannya kembali; berkumurΒ 
*)Β SelumuΒ = kotor (berselumu = berlumur dengan sesuatu yang kotor)Β 

Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan