Mohon tunggu...
Venty Mahendra
Venty Mahendra Mohon Tunggu... Freelancer - A perfectionist ambitious girl

A bunch of thoughts of a lonely perfectionist ambitious girl who writes all the overthinking and her negative thoughts in a poetry.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Penyair Khawatir

20 Maret 2022   21:03 Diperbarui: 27 Maret 2022   19:59 119
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi by Venty Mahendra

Pagi (pernah) hadir keras menolak takdir

(Se)saat raga lelah, fikir terus saja mondar-mandir tak mau dengar jemari mencibir 

Mata menyapu pandang seorang musafir di titik nadir  

Dipenghujung hari dia hitung helaan nafas sebagai butir pasir di pesisir

Didatangkannya seorang penafsir

Dirapalnya doa-doa dalam sapuan ombak bergilir, bergeming tubuhnya dirambat angin semilir

Cabar hati mencukup nadi seorang penyair amatir. Tahu ia tak akan pernah terlahir

Ia terlelap dalam zikir yang dibisik tiada akhir

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun