Mohon tunggu...
Choirul Rosi
Choirul Rosi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis cerpen yang hobi membaca buku dan novel

Cerita kehidupan yang kita alami sangat menarik untuk dituangkan dalam cerita pendek. 🌐 www.chosi17.com 📧 choirulmale@gmail.com IG : @chosi17

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Teana - Teana (Part 6 - Lanjutan 2)

12 April 2017   12:38 Diperbarui: 12 April 2017   12:50 267
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

“Sudah – sudah. Kalian ini masih saja meributkan turban. Apa kalian tidak ingin segera menikmati minuman di kedai Zubi?” tanya Manaf.

“Manaf benar. Ayo kita segera berangkat.” ajak Haydar kepada kedua temannya itu.

***

Malam itu udara cukup dingin. Rombongan Aairah telah memasuki Kota Hegra. Beberapa pengawal Aairah sibuk menggiring unta – unta mereka memasuki kandangnya. Hamra yang selalu siaga, membantu Aairah yang nampak lelah untuk turun dari kereta untanya.

“Mari Nyonya, hati – hati,” ucap Hamra sambil memegangi tangan Aairah untuk turun dari keretanya.

“Terimakasih Hamra, malam ini aku ingin makan sup kambing.” ucap Aairah.

“Baik Nyonya, akan saya buatkan.” jawab Hamra singkat.

Didalam rumah telah menunggu suami Aairah. Ia sedang sibuk mencatat pajak kerajaan. Berlembar – lembar kertas menumpuk di meja. Dengan ditemani secangkir sari kurma hangat dengan sedikit madu, suami Aairah menulis laporan pajak kerajaan.

“Suamiku….” sapa Aairah.

Karena terlalu serius menulis laporan pajak, kehadiran Aairah tidak dihiraukan suaminya. Aairahpun melangkah mendekat. Ia mendekatkan mulutnya ke telinga suaminya.

Rashad, aku sudah pulang,” bisik Aairah ke telinga suaminya.sambil memeluknya dengan hangat dari belakang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
  13. 13
  14. 14
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun