Mohon tunggu...
LoVembers
LoVembers Mohon Tunggu... Penulis - I'm a delusional artbitch who is trapped on poem, music, film, and photography.

*setiap kata yang kutulis adalah jiwa, jiwaku yang terlalu gila untuk menjadi hal lain selain sebuah tulisan*

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Interlokusi dengan Tuhan

26 Februari 2019   09:21 Diperbarui: 28 Februari 2019   08:00 56
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Malam ini sangat beku dan sunyi.

Kuundang para petualang asing yang akan datang sebentar lagi.

Hembusan anginnya sudah tiba lebih awal.

Sayap-sayap mereka akan tiba saat api menyuam pagi.

Dan menanti dua ribu detik ini berakhir.

Aku beri nama satu demi satu yang terlihat.

Sampai aku bosan menyulut api di timur.

Saat-saat berkobar lebih cepat; 

Angkasa berdenyar "Apa yang sedang kau perbuat?" Tuhan kini di hadapanku bertanya keheranan.

Aku mengajakNya duduk di sampingku menghadap ke arah timur "Aku rindu wangiMu." ujarku. 

Api kian tinggi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun