Mohon tunggu...
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Mohon Tunggu... Novelis - Penulis Novel

Nominee best fiction Kompasiana Awards 2019. 9 September 1997. Novel, modeling, music, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Ayah, Takkan Terganti

10 Mei 2019   06:00 Diperbarui: 10 Mei 2019   06:04 221
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

**   

Pajangan kristal pecah. Pigura foto terlempar. Kursi-kursi terbalik. Bulu-bulu berhamburan keluar dari bantal sofa. Kaki meja patah. Koleksi jam tangan mahal, parfum, dan buku-buku berserakan.

"Silakan teruskan menghancurkan barang-barang. Ayah memang punya terlalu banyak barang." ujar Ayah Calvin tenang.

Betapa herannya Jose. Ayah Calvin tidak marah. Tidak berusaha mencegahnya merusak barang-barang.

Jose mengamuk. Beban kesedihannya terlampiaskan. Pecahan kaca digoreskan ke jarinya. Tangan Ayah Calvin baret-baret lagi.

"Jose ingin melukai Ayah! Ayah jahat!" teriaknya.

"Silakan..." Ayah Calvin mengulurkan tangan, mengizinkan Jose melukainya.

Srettt...

Goresan lagi. Baret lagi. Darah lagi. Tertangkap kilat kesakitan di mata itu, tetapi Ayah Calvin tak berkata apa-apa.

"Ayah mau tinggalin aku! Ayah nggak sayang lagi sama aku!" teriak Jose.

"Tidak, Sayang. Ayah hanya..."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun