Mohon tunggu...
#calvinwan
Cerpen | [Papa dan Ayah Special Part] Papa yang Jatuh dan Terluka
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
10 Desember 2019 | 3 hari lalu

Cerpen | [Papa dan Ayah Special Part] Papa yang Jatuh dan Terluka

Papa yang Jatuh dan Terluka-Fragmen si kembarRuas jalan raya berubah menjadi runway. Lihatlah, sepasang pria tampan berjas rapi melenggang di atasnya.

Fiksiana
77
10
3
[Papa dan Ayah] Hari Ulang Tahun Ayah Calvin Wan
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
09 Desember 2019 | 4 hari lalu

[Papa dan Ayah] Hari Ulang Tahun Ayah Calvin Wan

Hari Ulang Tahun Ayah Calvin Wan-Fragmen SilviBeberapa jam sebelum berulang tahun, Ayah menggelar kegelisahannya padaku. Ayah mengeluh kalau ia bosan

Fiksiana
77
19
6
[Papa dan Ayah Special Part] Anak Tunggalku, Belahan Jiwaku
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
06 Desember 2019 | 1 minggu lalu

[Papa dan Ayah Special Part] Anak Tunggalku, Belahan Jiwaku

Pantas saja Silvi sayang sekali pada Calvin. Mereka adalah belahan jiwa. Calvin mengikat Silvi lewat masakan.

Fiksiana
113
18
5
[Papa dan Ayah Special Part] Bukan Papa yang Hebat
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
05 Desember 2019 | 1 minggu lalu

[Papa dan Ayah Special Part] Bukan Papa yang Hebat

Bukan Papa Yang Hebat-Fragmen si kembarEmbun baru saja mencium mesra rerumputan ketika Calvin terbangun. Ia terbangun karena kondisi kesehatan yang me

Fiksiana
176
26
9
Cerpen | [Papa dan Ayah] Mama Baru untuk Papa Adica
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
02 Desember 2019 | 1 minggu lalu

Cerpen | [Papa dan Ayah] Mama Baru untuk Papa Adica

Opus 10Mama Baru untuk Papa Adica-Fragmen si kembarCalvin dengan Adica dan Silvi adalah satu jiwa Bila salah satu dari mereka bertiga sedih, kesedihan

Fiksiana
145
18
5
[Papa dan Ayah Special] Tangan Berdarah
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
27 November 2019 | 2 minggu lalu

[Papa dan Ayah Special] Tangan Berdarah

Dengan bibir terkatup rapat, kusayat tanganku. Darah menetes di karpet. Aku terus dan terus melukai tanganku. Mataku terpejam keenakan. Lega, lega ras

Fiksiana
105
13
3
[Papa dan Ayah] Malaikat dan Bidadari di Reunite
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
25 November 2019 | 2 minggu lalu

[Papa dan Ayah] Malaikat dan Bidadari di Reunite

Aku menyusupkan tubuhku ke pelukan Ayah. Mataku berair dan sakit. Kulekatkan mata kananku di lengan Ayah. Ah, begini lebih nyaman.

Fiksiana
269
30
10
[Papa dan Ayah] Buku Best Seller
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
20 November 2019 | 3 minggu lalu

[Papa dan Ayah] Buku Best Seller

Opus 7Buku Bestseller-Fragmen SilviDear Frater Gabriel,Rasanya sakit saat orang tua mendiamkan kita. Aku lagi rasain itu, Frater. Papa mendiamkanku se

Fiksiana
283
27
8
[Papa dan Ayah] Bintang Jatuh
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
19 November 2019 | 3 minggu lalu

[Papa dan Ayah] Bintang Jatuh

Opus 6Bintang Jatuh-Fragmen si kembarSore ini spesial untuk Calvin. Apakah karena ia dinyatakan sembuh oleh Dokter Tian? Bukan, Onkologis itu justru m

Fiksiana
207
28
5
[Papa dan Ayah] Berat Meninggalkanmu Sendiri
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
18 November 2019 | 3 minggu lalu

[Papa dan Ayah] Berat Meninggalkanmu Sendiri

Opus 5Berat Meninggalkanmu Sendiri-Fragmen Silvi"Apa lagi ya? Baju olahraga, sabun, shampoo, sajadah, botol air, senter, lilin, jas hujan..."Aku merab

Fiksiana
278
27
7
Cerpen | [Papa dan Ayah] Komitmen 95 Persen
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
15 November 2019 | 4 minggu lalu

Cerpen | [Papa dan Ayah] Komitmen 95 Persen

Tanpa dijelaskan pun, Calvin memahami isi hati Silvi.

Fiksiana
243
25
9
[Papa dan Ayah] Perabotan Menangis
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
14 November 2019 | 4 minggu lalu

[Papa dan Ayah] Perabotan Menangis

Opus 3Perabotan Menangis-Fragmen SilviPelajaran apa yang paling dibenci? Kalau kalian tanya aku, jawabannya Matematika. Memang tak sulit bagiku meraih

Fiksiana
283
29
6
[Papa dan Ayah] Jam Dinding Tertawa
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
13 November 2019 | 1 bulan lalu

[Papa dan Ayah] Jam Dinding Tertawa

Opus 2Jam Dinding Tertawa-Fragmen si kembarDinding putih mengejeknya. Gelas minum tersenyum meremehkan. Meja, sofa biru laut, dan kisi-kisi jendela me

Fiksiana
169
21
4
Cerpen | Ayahku Ada Dua
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
12 November 2019 | 1 bulan lalu

Cerpen | Ayahku Ada Dua

Entahlah. Bagiku, Papa dan Ayah sama tampannya. Aku beruntung bisa diasuh dua pria orientalis.

Fiksiana
874
29
13
[Papa dan Ayah] Ayah Tak Berguna, Sebuah Prolog
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
11 November 2019 | 1 bulan lalu

[Papa dan Ayah] Ayah Tak Berguna, Sebuah Prolog

Ayah Tak BergunaGadis kecil berparas cantik di atas sepeda biru itu tertawa kegirangan. Rambut panjangnya melambai dibelai angin sore. Sepeda baru yan

Fiksiana
102
21
5
[Malaikat, Lily, Cattleya] From Port Dickson With Love
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
10 November 2019 | 1 bulan lalu

[Malaikat, Lily, Cattleya] From Port Dickson With Love

"Aku baru selesai menulis artikel. Hidup itu harus seimbang, Princess. Ada me time, ada we time, ada kerja...ya, Sayangku?"

Fiksiana
50
18
6
[Malaikat, Lily, Cattleya] Bangkitnya Kepala Keluarga
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
09 November 2019 | 1 bulan lalu

[Malaikat, Lily, Cattleya] Bangkitnya Kepala Keluarga

Bangkitnya Kepala KeluargaRinjani menggebrak meja makan. Wajahnya merah padam melihat Reinhard menyantap persediaan terakhir mie instant untuk sebulan

Fiksiana
96
20
5
[Malaikat, Lily, Cattleya] Pendamping Hidupku Istimewa
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
08 November 2019 | 1 bulan lalu

[Malaikat, Lily, Cattleya] Pendamping Hidupku Istimewa

Senyum cerah menghiasi wajahnya, berbanding terbalik dengan mendung tebal yang bergelayut manja di luar sana.

Fiksiana
386
24
9
[Malaikat, Lily, Cattleya] Monster Anorexia
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
05 November 2019 | 1 bulan lalu

[Malaikat, Lily, Cattleya] Monster Anorexia

Monster AnorexiaBeberapa hari ini, Rossie lebih pendiam dari biasanya. Perempuan cantik blasteran Indo-Jerman itu kehilangan gairah memasak. Alat-alat

Fiksiana
39
12
4
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta
31 Oktober 2019 | 1 bulan lalu

[Malaikat, Lily, Cattleya] Candle Light Dinner

Candle Light Dinner"Hmmmm...main handphone saja dibatasi. Ok, fine." kata Calvin, melempar pandang kecewa ke arah CCTV.Jose tertawa tertahan. Dia suda

Fiksiana
49
10
3