Mohon tunggu...
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Mohon Tunggu... Novelis - Penulis Novel

Nominee best fiction Kompasiana Awards 2019. 9 September 1997. Novel, modeling, music, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

[3 Pria, 3 Cinta, 3 Luka] Piano Putih, Mata Biru, dan Lapisan Es

20 Februari 2019   06:00 Diperbarui: 20 Februari 2019   06:19 140
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sunyi sesaat. Calvin membuka buku, lalu mulai membacakannya. Rutinitas biasa setelah membantu minum obat.

Belum lewat sepuluh menit, rutinitas itu disela kedatangan Adeline. Wanita cantik itu datang dengan banyak bawaan. Tiga parsel buah, dua karangan bunga, beberapa kotak bakery, empat kotak susu, satu pak tissue meja, dan dua kaleng biskuit. Tanpa diminta, Calvin membantu Adeline menaruh barang-barangnya di meja.

"Assalamualaikum, Assegaf." sapanya halus.

"Waalaikumsalam." sahut Abi Assegaf pelan. Ia masih sulit percaya, mantan istrinya beralih menjadi umat Muhammad.

"Aku mencium wangi bunga. Kamukah yang membawanya, Adeline?"

"Iya. Kesegaran bunga baik untuk orang sakit."

Calvin minta permisi. Ia ingin memberi privasi. Saat hampir menutup pintu, masih didengarnya perkataan Abi Assegaf.

"Kau tak punya banyak waktu..."

Orang sibuk mana pun yang mendengarnya akan tertohok. Waktu adalah uang, waktu adalah cinta. Waktu adalah kasih. Tanpa waktu, tak ada kesempatan mengasihi.

Sejenak ia berjalan-jalan di koridor. Melemaskan kaki, menyapa paramedis yang lewat. Hingga ia tersadar. Sepasang mata biru menatapinya penuh perhatian. Mata biru itu pasti milik...

"Revan!"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun