Mohon tunggu...
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Mohon Tunggu... Penulis Novel

Nominee best fiction Kompasiana Awards 2019. 9 September 1997. Novel, modeling, music, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Mata Pengganti, Pembuka Hati (1)

6 Oktober 2017   06:41 Diperbarui: 6 Oktober 2017   08:52 1281 23 11 Mohon Tunggu...

"Oh kasihku ini ini laguku...hanya untuk dirimu. Tanda cintaku..."

Alunan lagu mengiringi penampilan pria-pria berwajah setampan Dewa Yunani itu. Langkah mereka cool, tegap, dan maskulin. Membawakan setelan formal sebuah brand ternama yang menjadi trend tahun ini. Para tamu undangan terpesona. Ingin sekali bertepuk tangan, namun belum saatnya. Fashion show ini menjadi acara eksklusif yang penuh aturan. Termasuk aturan untuk bertepuk tangan.

Siapa bilang fashion show hanya untuk model wanita? Model pria pun berhak menguasai catwalk dengan langkah dan gerakan sempurna mereka. Bukankah banyak model-model pria bertubuh semampai, berwajah menawan, berbakat di atas catwalk, namun tetap cool dan tidak menunjukkan tanda-tanda orientasi seksual yang menyimpang? Meski menjadi model, mereka tetaplah pria sejati. Pria tulen dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Percayalah, anggapan bahwa pria yang terjun di dunia model kelak akan kehilangan kegagahannya sama sekali tidak benar.

Acara fashion show malam ini menampilkan tiga model pria dengan ketampanan di atas rata-rata. Si model pertama, melangkah dengan wajah dingin namun penuh pesona dan mengundang rasa penasaran. Model dengan tipe wajah perpaduan Kaukasoid dan Mongoloid yang memikat. Disusul hadirnya si model kedua. Kulit coklat nan eksotis yang dimilikinya menjadikan ia model berparas unik. Wajahnya sangat Indonesia. Pria Indonesia memang tampan dan eksotik. Terakhir, model ketiga itu, ia baru saja muncul dengan gerakan koreografi paling bagus. Ia paling tinggi di antara para model lainnya. Kulit putih yang berpadu dengan wajah oriental dan sepasang mata sipit. Rona ketampanan khas Chinese yang merebut hati para tamu wanita dalam sekejap. Tak salah lagi, dialah model paling tampan. Berbeda dengan kedua rekannya yang memasang wajah dingin, model satu ini justru melempar senyum memesona. Senyuman terindah dari seorang model pria yang tulus menghibur serta menampilkan keindahan di atas catwalk.

Catwalk ini seakan miliknya. Langkah si model pria berparas oriental itu begitu gagah dan percaya diri. Rileks saja melangkah dan melakukan gerakan-gerakan koreografi. Dibandingkan dua temannya, model tertampan ini gerakan koreografinya paling sempurna. Tak pernah melakukan kesalahan sepanjang sesi penampilan.

Keluwesan dan pesonanya menuai tatapan kagum audience. Sebagian besar berbisik-bisik memujinya. Ada yang mengenal model tampan itu, ada pula yang belum mengenalnya.

"Ya ampun...siapa sih dia? Ganteng banget. Kayaknya dia paling tinggi di antara yang lain." bisik seorang wanita bergaun silver.

"Kamu nggak tahu? Kuper banget. Ngakunya fashion blogger, malah nggak kenal dia. Itu lho, model pria yang baru dapat award dari majalah fashion bulan lalu. Majalah itu menobatkan dia sebagai model pria dengan dagu terindah." Teman duduknya tersenyum penuh arti.

"Oh...aku ingat! Wait, wait. Dia Calvin, kan? Aduh, Calvin siapa namanya?" Si wanita bergaun silver menepuk dahinya.

"Calvin Wan."

"Nah itu, Calvin Wan. Btw, katanya dia bukan hanya model ya? Sebenarnya, dia general manager di perusahaan milik keluarganya. Selain itu, dia juga blogger. Keren abis."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
VIDEO PILIHAN