Mohon tunggu...
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Mohon Tunggu... Novelis - Penulis Novel

Nominee best fiction Kompasiana Awards 2019. 9 September 1997. Novel, modeling, music, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Mata Pengganti, Pembuka Hati (1)

6 Oktober 2017   06:41 Diperbarui: 6 Oktober 2017   08:52 1281
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Sungguh, kata-kata itu menghanyutkan mereka dalam kesedihan. Meski sakit parah, Calvin tetap saja memikirkan orang lain. Bukannya memikirkan diri sendiri, ia malah memprioritaskan orang lain.

"Siapa juga yang akan menjaga Syahrena, putriku dan Silvi?"

"Calvin, please. Jangan lakukan itu. Kamu pasti sembuh!" kilah Albert.

"Tidak. Aku harus mencari mata untuk Silvi. Mencari ayah pengganti untuk Syahrena." Calvin berkeras dengan keinginannya.

Kristal-kristal bening jatuh membasahi pipi Syifa dan Nyonya Roselina. Albert menundukkan wajah. Elby tak tega memandang Calvin. Kemarahan di wajah Adica menghilang. Tergantikan kesedihan dan keharuan mendalam.

"Mama, Albert, Elby, Adica, dan Syifa. Tolong jangan beri tahu Silvi dan Syahrena tentang penyakitku." pinta Calvin.

"Kebahagiaan boleh dibagi-bagi, tapi kesedihan dan cobaan hidup terbesar cukup kurasakan sendiri."

**     

Kapan lagi kutulis untukmu

Tulisan-tulisan indahku yang dulu

Pernah warnai dunia

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun