Mohon tunggu...
Kucril
Kucril Mohon Tunggu... -

Proyek penulisan fiksi mini kolaboratif. Silakan masuk melalui tautan di bawah untuk membaca kisah lain yang telah kami unggah. Salam. . . https://kumpulanceritakecil.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Kaki-kaki Kelaparan

30 Juli 2018   01:23 Diperbarui: 30 Juli 2018   02:02 512
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pasar itu, Sul!"

"Lihat, Pasar itu..."

Samsul berbicara di dalam hati kala mendapati dirinya telah berdiri di ujung terminal angkutan kota. Sepelemparan batu di hadapan, bangunan dua lantai itu masih jua menjulang. Tak berubah, kecuali cat yang mulai memudar dan mengelupas di sana-sini.

"Pasar itu, Sul..."

"Ayunkan kakimu..."

"Pasar itu..."

***

"Jangan pergi ke pasar!"

Perintah itu selalu diterima Samsul dari ibunya saban Ramadan datang. Disusul satu alasan yang diulang-ulang: di sana banyak setan ---atau iblis atau apapun namanya--- yang kelaparan yang siap memangsa mereka yang tidak kuat iman.

"Berwujud kaki-kaki."

Sebagai bocah yang duduk di awal sekolah dasar, Samsul tidak membantah. Ia takut setan. Atau iblis. Atau apapun namanya. Kendati di sisi lain, pikirannya berkecamuk dan bingung.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun