Mohon tunggu...
Khoirul Taqwim
Khoirul Taqwim Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta

Peneliti Tentang Kemasyarakatan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Berdarah

2 Desember 2023   18:57 Diperbarui: 2 Desember 2023   19:24 165
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Berpuluh-puluh kesah

Menikam jantung dan jiwa

Jika darah ini engkau minta sekalipun

Kan kuserahkan sebagai keyakinanku tentangmu

Kan ku jaga engkau sampai di ujung rambut sampai ujung kaki

Hingga akhir masaku

Kan di panggil Tuhan

Bersama kematian di ujung pedang

Menerjang leherku

Saat menjaga kehormatanmu


Duhai darahku yang mulai beku

Ku genggam segenap kematian

Tuk berjuang menempatkan cinta di balik pedang

Ku ayunkan pedangku menerjang di segala arah

Air mata kematian sudah tak bergeming

Bila aku sudah jatuh hati kepadamu

Jangankan hanya tubuh dan nyawa

Kalau perlu sungai darah akan ku alirkan menebas segala kota dan hutan

Tuk menjadi aliran darah dan air mata yang tak bertuan


Maafkan atas nama cinta yang luka

Kan ku terjang segala penghalang

Kan kuruntuhkan sekat-sekat kepalsuan

Sampai cinta tak ada penghalang

Cintaku kepadaMu

Duhai Sang Maha pencipta segala


Maafkan

Jika puisi ku menjadi darah

Membanjiri di segala persimpangan jalan

Hingga air dan tanah sudah tak berwajah

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun