Mohon tunggu...
Katedrarajawen
Katedrarajawen Mohon Tunggu... Penulis - Anak Kehidupan

Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis. ________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik...dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menenun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu [Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kepalaku Penuh Omong Kosong

25 Agustus 2021   18:16 Diperbarui: 25 Agustus 2021   20:21 130 25 12
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kepalaku Penuh Omong Kosong
Gambar:postwrap/katedrarajawen 

Setumpuk pikiran dan beban sudah hadir ketika mata baru terbuka dengan berat   yang masih terasa di kepala sehingga takada lagi ruang bagi pikiran untuk mengingat berdoa. 

Segalanya serba terburu-buru padahal masih pagi buta seperti mau kiamat saja dunia sehingga tiada jeda merasakan aliran napas lega di dada. 

Menikmati sarapan pun  tiada nikmati lagi dari mulut langsung menuju perut tanpa sempat mengemut merasakan sensasi yang ada sehingga makanan yang sejatinya mewah kehilangan rasa. 

Sepanjang perjalanan berkendara pikiran masih penuh sesak sampai lupa apa yang menjadi utama apalagi suasana jalanan dengan para pengendara bagai raja sehingga semakin menambah pusing kepala. 

Manalagi belum sampai tujuan beban pekerjaan sudah berteriak minta penyelesaian takboleh tertunda atau akan menerima hadiah istimewa sehingga belum bekerja pun berat sudah dirasa. 

Hiruk pikuk dunia nyata membuat pusing kepala dan menyesakkan dada membuat manusia mencari pelarian di dunia maya bernama media sosial  untuk merenggut sedikit lega dan bahagia yang ternyata tak kalah hiruk pikuk juga sehingga beban masih terbawa. 

Ketika tiba waktunya meletakkan kepala di atas bantal masih juga segala pikiran terbawa sehingga sulit untuk memejamkan  mata menikmati saat yang berharga agar esok raga kembali bertenaga seakan beban hidup takada habis dirasa.

Ah, dunia dengan segala kebodohanku yang ada. 

@refleksihati 24 Agustus 2021 

Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan