Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Puisi | Peristiwa Merintihnya Air

20 Oktober 2019   12:54 Diperbarui: 20 Oktober 2019   13:00 0 5 1 Mohon Tunggu...
Puisi | Peristiwa Merintihnya Air
Sumber: nicepik.com

Berawal dari bimbingan akar yang merimbun oleh dedaunan, memancar membawa harapan kehidupan sebenar, mengalir menuruni lembah membasahi tiap celah yang ada, menyuarakan gemericik kedamaian nan semesta, mengajak siapapun untuk larut dalam irama kehidupan

mendaki gedung tinggi tempat penguasa membagi negeri, mengisi kendi-kendi perbehendaraan kesadaran, meluncur tercampak hingga melewati selokan. Air tetap air, ikhlas memberi dan di tinggalkan

Ke mana hendak bermuara tak membuat resah, ketempat mulia atau tergenang mengqndung nista tak putus asa, mengalir selama gravitasi kehidupan memanggil, mengabdi tanpa pamrih sekalipun dicaci, tak pernah jera menjadi saksi dunia, tak pernah lelah hadirkan penghilang dahaga

Ketika melewati mata mungkin itu pembawa duka, menciptakan petaka ketika tatanan kehidupan terlupa, kembali tersenyum berikan makna. Air adalah air, tempat kejernihan sering terkorbankan, menanggung derita setelah dimanfaatkan.

Bagan batu 20 oktober 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x