Mohon tunggu...
Satria Widiatiaga
Satria Widiatiaga Mohon Tunggu... Guru - Guru Sekolah Alam

Guru di Sekolah Alam Aminah Sukoharjo

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Artikel Utama

Korelasi Mudik Lebaran dan Peristiwa Fathu Mekkah

8 April 2024   13:44 Diperbarui: 9 April 2024   07:40 1605
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi mudik lebaran (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA via Kompas.com)

Sewaktu kecil, ayah saya sering berpindah mutasi tempat kerja, imbasnya hampir setiap setahun atau dua tahun sekali kami sekeluarga melakukan perjalanan mudik saat menjelang lebaran mengunjungi sanak saudara.

Hampir semua moda transportasi pernah kami gunakan dalam perjalanan mudik, mulai dari kendaraan pribadi, kereta api, pesawat terbang, bus malam hingga kapal penumpang Pelni.

Sungguh suatu pengalaman yang tak terlupakan di waktu kecil, karena semua perjalanan tersebut benar-benar penuh perjuangan dan hal-hal tak terduga. Pengalaman seperti kecopetan, mabuk kendaraan, bertemu orang baik hati, hingga menikmati pemandangan alam negeri ini di pelosok-pelosok yang tak terjamah.

Perjalanan mudik saat jelang lebaran berbeda dengan perjalanan lainnya, dikarenakan dilakukan secara massal serta bersamaan waktunya, sehingga bisa dibayangkan bagaimana chaosnya pulau Jawa yang sempit dijejali jutaan kendaraan dari berbagai daerah. Sehingga membuat perjalanan mudik lebaran serasa penuh drama perjuangan di setiap etapenya.

Namun di balik itu, perjalanan mudik pada saat bulan Ramadan sebenarnya memiliki banyak nilai-nilai kebaikan yang bisa ambil maknanya. Dimana hal tersebut bisa kita jadikan pegangan dengan mengkaitkannya pada peristiwa Fathu Mekkah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW pada tahun 8 Hijriyah.

Perlu pembaca ketahui, bahwa Nabi Muhammad SAW juga pernah melakukan perjalanan mudik menuju kampung halamannya yaitu Mekkah saat bulan Ramadan.

Sebenarnya bukan murni perjalanan mudik, tetapi lebih seperti operasi militer dalam menaklukkan kota Mekkah yang dikuasai bani Quraisy, namun karena di tahun 8 Hijriyah Posisi Quraisy mulai melemah, maka penaklukan tersebut berjalan damai tanpa pertumpahan darah, dan umat Islam berhasil menguasai kota Mekkah.

Ilustrasi Kaum Muslimin 'mudik' pada peristiwa Fathu Mekkah (sumber : okezone muslim)
Ilustrasi Kaum Muslimin 'mudik' pada peristiwa Fathu Mekkah (sumber : okezone muslim)

Peristiwa tersebut dikenal dengan nama Fathu Mekkah atau Penaklukan/Pembukaan Mekkah, dan yang cukup menarik peristiwa itu terjadi pada saat bulan Ramadan, sehingga seolah-olah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari kota domisilinya yaitu Madinah menuju kota kelahirannya yaitu Mekkah serasa seperti perjalanan mudik yang kita lakukan di jaman sekarang.

Peristiwa ini bermula dari dilanggarnya perjanjian gencatan senjata Hudaibiyah yang sudah berlangsung 10 tahun oleh pihak beberapa oknum Bani Quraisy yang menyerang kafilah karavan umat Muslim, sehingga membuat umat Islam di kota Madinah merasa perlu untuk menaklukkan kota Mekkah secara penuh, apalagi sebenarnya pada saat itu posisi militer Bani Quraisy sudah sangat lemah, seiring mulai menguatnya kekuatan militer umat Islam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun