Mohon tunggu...
Joko Ade Nursiyono
Joko Ade Nursiyono Mohon Tunggu... ASN di Badan Pusat Statistik

Penulis buku "Kompas Teknik Pengambilan Sampel", "Pengantar Statistika Dasar", dan "Kalkulus Dasar"

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Analisis Kluster Karakteristik Pendidikan Indonesia Terhadap Negara Maju Dan Negara Sedang Berkembang Tahun 2009

30 November 2015   08:35 Diperbarui: 30 November 2015   09:48 1887 0 0 Mohon Tunggu...

ABSTRAK Pendidikan merupakan aspek terpenting bagi setiap negara sebagaii tolok ukur keberhasilan pembangunan manusia seutuhnya. Dalam perkembangannya, pendidikan setiap negaramemiliki perbedaaan tersendiri dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.Pendidikan juga dikaitkan dengan aspek ekonomi suatu negara sehingga melahirkankelompok negara maju dan negara sedang berkembang.  Dalam penelitian ini, digunakan beberapa sampel dari negara berdasarkan ketersediaan data dan aspek keterwakilan menurutklasifikasi negara maju dan berkembang, yaitu Singapura, Malaysia, Indonesia, AmerikaSerikat, Finlandia, Polandia, Afrika Selatan, Ethiopia, dan Afrika Tengah untukmengklasterkan negara berdasarkan karakteristik pendidikannya serta untuk melihat posisi pendidikan Indonesia yang nantinya digunakan sebagai bahan pengambilan kebijakan di bidang pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis klaster dengan metode hierarki single linkage, yaitu dengan proses pengklasteran didasarkan pada objek yang memiliki jarak paling dekat. Data penelitian ini didapatkan dari metadata United Nations Educational,Scientific and Cultural Organization atau UNESCO tahun 2009 dengan data pendukungIndeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2007 dari United Nations Development Programme (UNDP).Hasil dari penelitian ini menunjukkan terbentuknya lima kluster negara-negara menurutkarakteristik pendidikannya dan Indonesia termasuk dalam kluster kedua dengan cirikarakteristik pendidikan cukup baik. Dengan demikian pemerintah hendaknya meningkatkan pendidikan Indonesia lebih pada kualitas sehingga mampu menjamin pendidikan nasionalyang lebih baik. Kata kunci : kluster, pendidikan Indonesia 

 

Pendahuluan

 

            Pendidikan merupakan salah satu hal pokok yang menjadikan sebuah negara disebut sebagai negara yang berkualitas. Sampai saat ini, aspek pendidikan masih menjadi salah satu indikator utama ukuran keberhasilan pembangunan suatu negara. Pembangunan manusia dari segi kualitas memang secara intensif diberikan dalam bentuk pendidikan, baik formal maupun informal. Aspek pendidikan dirasa penting dalam memajukan generasi yang ada serta guna mencetak gerenasi baru yang lebih baik sebagai penggerak roda kehidupan negara. Hal tersebut didukung dengan peranan pendidikan sebagai wahana perbaikan interaksi sosial manusia serta sebagai alat bersosialisasi dan mencetak kerakter pribadi manusia.

Pendidikan merupakan sebuah investasi sumber daya yang sangat bermanfaat. MC Mahon dalam Nurkholis (2002) menyebutkan bahwa pendidikan adalah sebagai investasi sumber daya manusia yang memberi manfaat moneter ataupun non-moneter. Manfaat non-meneter dari pendidikan adalah diperolehnya kondisi kerja yang lebih baik, kepuasan kerja, efisiensi konsumsi, kepuasan menikmati masa pensiun dan manfaat hidup yang lebih lama karena peningkatan gizi dan kesehatan.

Manfaat moneter adalah manfaat ekonomis yaitu berupa tambahan pendapatan seseorang yang telah menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu dibandingkan dengan pendapatan lulusan pendidikan dibawahnya. Investasi pendidikan sebenarnya merupakan investasi jangka panjang. Nurkholis (2002), menyebutkan tiga alasan pendidikan merupakan investasi jangka panjang.

Ketiga alasan tersebut adalah, pertama, pendidikan merupakan alat perkembangan ekonomi bukan sekedar pertumbuhan ekonomi; kedua, memberikan nilai balik yang tinggi; ketiga, memiliki banyak fungsi seperti sosial­kemanusiaan, politis, budaya, dan kependidikan. Keluaran dari pendidikan tersebut adalah sumber daya manusia yang berkualitas (Andriana, 2012).

Aspek pendidikan setiap negara di dunia pun tampak berbeda-beda dengan ciri khusus masing-masing. Apalagi jika aspek tersebut dikaitkan dengan perekonomian negara yang bersangkutan, maka akan dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu negara maju yang notabene pendidikannya sangat baik dan negara yang sedang berkembang dengan pendidikan yang menengah ke bawah.

Klasifikasi tersebut didasarkan laporan United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 2009 yang menempatkan negara Finlandia sebagai negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik dunia dengan pertimbangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang sesuai dengan data liga global baru atau A new global league, yang dirilis oleh Economist Intelligence Unit For Pearson juga menetapkan bahwa Finlandia memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia. Hal ini di dasarkan pada Urutan gabungan data hasil tes internasional, seperti tingkat kelulusan antara tahun 2006 dan 2010. Semenjak Finlandia menerapkan reformasi besar dan konsisten pada sistem pendidikannya 40 tahun yang lalu, sistem sekolah negeri mereka telah secara konsisten muncul di bagian atas peringkat internasional untuk sistem pendidikan (Suhendi, 2012).

Selain Finlandia, negara maju yang menjadi perhatian dunia dari aspek pendidikannya diantaranya adalah Amerika Serikat dan Singapura. Di AS, terdapat dua macam pendidikan, yaitu negeri dan swasta; namun antara keduanya ada pendidikan di rumah dan setiap sekolah memiliki sistem pendidikannya sendiri (Machfudh, 2009). Sementara itu, Singapura merupakan salah satu negara maju di ASEAN. Begitu pula dengan pendidikan yang diterapkan di Singapura juga memiliki sistem yang juga maju (Dini dkk., 2009).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
30 November 2015