Mohon tunggu...
jefry Daik
jefry Daik Mohon Tunggu... Guru - seorang laki - laki kelahiran tahun 1987

pernah menjadi guru pernah menjadi penjual kue pernah menjadi penjual tahu pernah menjadi penjual Nasi

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Kepada Seorang Putra di Sudut Batinku

26 September 2020   04:50 Diperbarui: 26 September 2020   05:08 511
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar : pixbay dan shutterstock

Gisel menyapu airmatanya dan memandang dengan wajah putus harapan

"Tanteeeee..... Papah tante... Papah"

Seru Gisel sambil berlari dan memeluk Andrea

"Ia sayang.. papah kenapa?"

"Papah kecelakaan, tante. Ada diruangan itu tapi belum keluar-keluar. Gisel Takut Tante.. !"

"aduuhh.. ia nanti tante temenin sampe papah keluar ya... gisel sudah makan?"

Gisel menggeleng,"Papah juga belum makan, tante"

Dengan iba Andre memandangi Gisel yang begitu meratapi ayahnya. Tapi mengapa? Mengapa perasaan itu tidak ada untuk ayahnya yang bahkan sedang sekarat itu? Andre merasa sangat terpukul. Tak terasa airmatanya mengalir di pelupuk mata.

"Tenang aja nak... Papahmu pasti sembuh. Dia harus sembuh. Untuk Gisel." Andre Berusaha menenangkan si kecil yang sedang mengalami musibah itu. Musibah memang bisa menghampiri siapa saja. 

"Andreeee," Terdengar suatu suara memanggilnya

Aryo berlarian mencari Andre kemudian menemukannya dan berkata terbata - bata

HALAMAN :
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun