Mohon tunggu...
Izzan faruqy azzahir
Izzan faruqy azzahir Mohon Tunggu... Busy

seorang yang hanya merefleksikan bahan-bahan kontemplasi pada kolom kosong.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Tangisan Islam Sufistik

21 September 2019   20:24 Diperbarui: 21 September 2019   20:32 70 0 0 Mohon Tunggu...

assalamu'alikum wr. wb. 

Dalam kesempatan ini, mungkin saya, sebagai penulis ingin sedikit mentransformasikan suatu hal yang bersifat kontemplatif ke dalam sebuah bait-bait puisi. Tak banyak, tetapi, harapan penulis dengan adanya sebuah kontemplasi ini, para pembaca dapat terus menggulingkan kebiasaan negatif yang terus melekat pada diri umat muslim sekarang. 

Karena, pada era pos-modern ini begitu peliknya kita, tidak bisa memberikan sebuah justifikasi pada orang lain dengan kuatnya presisi. Hemat penulis, dengan hadirnya artikel bermutu dan berbobot di berbagai media, kita bisa mengetahui sebuah kondisi sosial-budaya khususnya pada lingkaran kultur islam

Puisi ini adalah representasi sensibilita penulis yang diejawantahkan ke dalam entitas karya tulis. Tak guna kiranya, ketika hadir idealita tanpa adanya sensibilita. Karena, bermumpuni saja tidak cukup! Kita harus memiliki intuisi hati yang muncul ke permukaan.  

Disaat semua berdebat, siapa yang benar?

Disaat semua berkelahi, siapa yang menang?

Disaat semua bergesekkan, siapa yang terluka?

Disaat semua berjanji, siapa yang hianat?

Itulah gambaran islam sekarang.

Islam yang dipenuhi dengan kebencian.

Islam yang dihubungkan dengan kepentingan perpolitikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN