Mohon tunggu...
Inspirasiana
Inspirasiana Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Kompasianer Peduli Edukasi.

Kami mendukung taman baca di Soa NTT dan Boyolali. KRewards sepenuhnya untuk dukung cita-cita literasi. Untuk donasi naskah, buku, dan dana silakan hubungi: donasibukuina@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Ketika Musim Buah Ceri Tiba

21 Oktober 2022   11:45 Diperbarui: 21 Oktober 2022   11:48 486
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ketika musim buah ceri tiba | Ilustrasi: mustikanug dari Pinterest

"Dulu kau tidak suka buah itu. Kau bilang dia seperti sepasang mata angsa yang marah, dan lagi rasanya asam."

Aku menjepit bibirku kuat-kuat, menyeka sudut mataku yang mulai basah.

Tentu, aku masih ingat semua itu. Kau memintaku menunggu di bawah pohon, sementara kau memanjat mengumpulkan buah merah itu, dan membawanya turun dengan kantong kain.

Kau bersusah payah membujukku untuk mencicipinya.  Kau memang kakak yang pantang menyerah. Pada akhirnya aku bukan saja suka buah itu, tapi aku juga bisa memanjat batangnya. Ya!

"Aku sangat senang kau bisa menikah dengan Fay..." katamu dengan suara bergetar.

"Sayangnya kakak sudah merusak semuanya, yaa. Tolong maafkan kakak..."

***

Menjadi pengantin adalah impian setiap gadis di dunia. Dia akan menjadi ratu pada hari itu. Semua mata tertuju padanya.

Begitu juga aku, aku akan menjadi ratu di hari itu. Dan aku sudah memesan gaun yang sangat istimewa jauh-jauh hari. Perhiasan yang indah, dan semua dekorasi.

Aku yakin ibu juga akan sangat bahagia, andai beliau masih ada. Dia pasti tak akan berhenti memuji kecantikanku yang disamakannya dengan purnama. Dan ayah, dia akan memelukku erat-erat seolah aku akan meninggalkannya.

Tetapi semua impian itu sekarang seperti hancur!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun